Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Pontianak kali ini menyusuri daerah perbatasan dan merupakan salah satu daerah yang berbatasan dengan Malaysia. Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen di setiap perguruan tinggi. Salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang difasilitasi pembiayaan oleh DRPM Dikti Tahun Anggaran 2017 adalah IbM (Iptek bagi Masyarakat) Kelompok Pembudidayaan Ikan di desa Tunas Muda Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu.
Kegiatan IbM diketuai oleh Sarmila, S.Pi, M.Si bersama tim terdiri dari Sr. Warastuti, ST, M.Eng dan Suparmin, S.Pi, M.Ma selaku dosen serta Aria Gusdi, S.Pi, M.Si selaku Teknisi pada Program Studi Budidaya Perikanan Politeknik Pontianak. Mitra IbM terdiri dari kelompok masyarakat pembudidaya ikan Longgan Dalam dari desa Batu Buin yang diketuai Syamsuri dan Kelompok PKK Desa Tunas Muda yang diketahui Dedek.
Camat Hulu Gurung Drs. H. Baharudin mengatakan ikan merupakan produk andalan ke dua yang dihasilkan setelah padi Ketersediaan sumber air dan lahan yang masih sangat luas menjadi potensi untuk pengembangan usaha bididaya ikan di Hulu Gurug, khususnya di desa Tunas Muda. Hanya saja tidak semua pra pembudidaya menguasai teknologi budidaya ikan dengan baik, terutama berkaitan dengan pemberian dan pembuatan pakan ikan. Belum lagi harga pakan yang mahal menjadi kendalan utama bagi masyarakat dalam berbudidaya ikan sehingga kapasitas, kualitas dan lama waktu pemeliharaan tidak dapat dikontrol. Harapan kami wawasan pembudidaya ikan di kecamatan Hulu Gurung bisa meningkat setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Politeknik Negeri Pontianak, ungkapnya.
Pelaksanaan IbM di desa Tunas Muda ini difokuskan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok mitra dalam melaksanakan budidaya ikan. Ada tiga permasalahan utama yang dihadapi. Pertama rendahnya ilmu pengetahuan berbudidaya ikan. Solusi yang diberikan berupa pelatihan dan pendampingan budidaya ikan, mulai dari proses persiapan wadah, cara seleksi benih, jumlah tebar, pemeliharaan dan panen. Kedua, lemahnya kemampuan administrasi kelembagaan kelompok mitra. Solusinya berupa pelatihan dan pendampingan dalam menerapkan administrasi usaha kelompok. Ketiga, lemahnya kemampuan permodalan terutama untuk operasional pembelian pakan ikan pabrikan. Solusinya, dengan memberikan pelatihan dan pendampingan tentang manajemen pemberian dan pembuatan pakan ikan berbahan baku local
Kelompok mitra dilatih untuk memproduksi pakan sendiri dengan mengandalkan bahan baku yang terdapat di lokasi mitra, sehingga biaya operasional untuk membeli pakan dapat ditekan. Untuk menunjang kelancaran produksi pakan ikan, Tim IbM juga menyerahkan satu unit mesin pencetak paka dan paket peralatan budidaya ikan kepada kelompok mitra. Pada pelatihan ini, mitra didampingi untuk praktek menggunakan peralatan kualitas air yang sederhana berupa Ph, Thermometer dan DO; praktek mempersiapkan wadah berupa penerbaran benih; praktek mempersiapkan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan berupak pengeringan bahan, menghaluskan bahan (membuat tepung), mengadukan bahan, mencetak pakan (pellet) dan mengeringkan pellet.
Pelaksanaan IbM ini tidak hanya terbatas pada pemberian pelatihan teknis dan non teknis tentang budidaya kan saja, akan tetapi tim IbM juga melakukan proses pendampingan terhadap mitra agar kegiatan budidaya ikan yang dilakukan mitra berjalan dengan baik dan perkesinambungan. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, maka akan berdampak pada meningkatnya kualitas dan kapasitas produksi budidaya ikan. Diantaranya benih ikan nila maupun ikan nila ukuran konsumsi yang dihasilkan mitra. Dengan demikian, secara bertahap berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota kelompok mitra.
(Erwandi – Pranata Humas Muda)