Sebanyak 16 anggota ekonomi APEC bertemu di Policy Partnership on Science, Technology and Innovation (PPSTI) yang berlangsung di Arequipa, Peru. Mereka adalah Australia, Kanada, Chili, China, Indonesia, Korea, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Cina Taipei, Amerika Serikat, Viet Nam.

Membuka acara, Presiden CONCYTEC, Gisella Orjeda yang juga merupakan tuan rumah menyampaikan PPSTI dapat menjadi katalis bagi anggota APEC untuk meningkatkan kapasitas masing-masing. Kerjasama yang terbentuk diantara para anggota diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi. Dirinya juga menyampaikan keinginan Peru untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Peru tidak hanya ingin unggul dalam bidang ekonomi namun juga menguasai bidang ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi,” ujarnya saat membuka acara di Cerro Juli Convention Center, 10 Mei 2016.

Orjeda menyatakan APEC adalah organisasi yang penting di ASIA-PACIFIC dengan tujuan utama pembangunan ekonomi di wilayah Asia-Pacific dan bekerja menghubungkan antara wilayah dengan cara mengembangkan infrastruktur, mobilitas orang, dan hubungan kelembagaan.

Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama Chen Linhao yang bertindak sebagai chair dalam pertemuan ini menjelaskan agenda pembahasan dalam SOM2 PPSTI. Berbagai persoalan teknologi dan inovasi sebagai solusi meningkatkan pembangunan serta perekonomian negara di Asia Pasifik akan didiskusikan dalam pertemuan parallel sub group Building Science Capacity, Promoting Enabling Environment for Innovation, dan Enhancing Regional Science and Technology Connectivity.

Chen menjelaskan tiga grup diskusi tersebut mengacu pada banyaknya potensi riset dan hasil riset yang belum dijalankan atau diproduksi di Negara-negara anggota ekonomi Asia Pasifik, yang belum dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian.

Dalam 7th APEC PPSTI Meeting dengan tema “Science, Technology and Innovation for Quality Growth” tersebut para anggota ekonomi mempresentasikan proposal kegiatan yang kemudian didiskusikan dan mendapatkan tanggapan dari para peserta.

Pada pertemuan tersebut, masing-masing anggota ekonomi menyadari perlunya kerja sama meningkatkan riset, memproduksi hasil riset agar memberikan manfaat besar secara bersama bagi negara anggota APEC.

Sebagai informasi, PPSTI dibentuk tahun 2012 sebagai perubahan dari APEC ISTWG, karena adanya upaya untuk memasukkan isu kebijakan inovasi dan mendorong semakin intensifnya hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis dan akademisi. Selain delegasi dari anggota ekonomi, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari ABAC (APEC Business Advisory Council), Macau China, dan APRU (Association of Pacific Rim Universities). (ww/bkkpristekdikti)