Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan seleksi ujian tulis program Afirmasi Pendidikan  (ADik)  bagi putera – puteri Orang Asli Papua, Papua Barat dan daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Penyelenggaraan ujian tulis program ADik dilaksanakan secara serentak di 15 provinsi antara lain Papua, Papua Barat, Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara.

Di Provinsi Papua Barat, tes seleksi program Afirmasi Pendidikan (ADik) diikuti oleh 681 orang yang tersebar di beberapa lokasi tes salah satunya di komplek SMA YPK Bethel Kabupaten Sorong. Di lokasi ini menampung 269 peserta ujian tulis program ADik.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Intan Ahmad pada saat meninjau pelaksanaan ujian di Kabupaten Sorong menyatakan bahwa program afirmasi ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak asli Papua untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas di 48 PTN dan 22 Politeknik di seluruh Indonesia.

“Esensi program ADik Papua adalah, bahwa pemerintah hadir untuk membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak asli Papua dan dari daerah 3T  untuk memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi berkualitas, dan mampu mensejajarkan diri dengan saudara-saudaranya yang lain se-bangsa,” papar Intan Ahmad.

Terkait materi seleksi pada tes tulis seleksi program Afirmasi Pendidikan (ADik), Intan Ahmad menjelaskan bahwa materi yang digunakan pada tes seleksi ADik sama dengan seleksi SBMPTN namun dengan beberapa penyesuaian. Soal ujian dibuat oleh tim SBMPTN dan didistribusikan ke PTN Koordinator di masing-masing provinsi.

Pada kesempatan tersebut, terlihat ratusan peserta tes ujian tulis seleksi program Afirmasi Pendidikan (ADik) tampak antusias dan serius dalam mengikuti Ujian. Salah seorang peserta, Corinus Yemate mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri dan sangat bersemangat mengikuti tes seleksi program ADik. Selain itu, dia berharap dapat diterima di Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Sam Ratulangi. Semoga sukses!(msf/adr)