Fakultas Geografi UGM melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Geografi (BEM FGE) kembali mengadakan kompetisi tahunan Olimpiade Geografi Nasional (OLGENAS). Dalam penyelenggaraan yang ke-12 ini, OLGENAS diikuti oleh 75 tim SMP dan 167 tim SMA dari berbagai wilayah di Indonesia, jumlah terbanyak sepanjang penyelenggaraan OLGENAS.

“Kompetisi kali ini diikuti oleh 75 tim pada tingkat SMP dan 167 tim di tingkat SMA. Setelah dilaksanakan olimpiade untuk tingkat SMP pada tanggal 9-10 Januari kemarin, olimpiade untuk tingkat SMA akan diadakan mulai hari ini sampai tanggal 13 mendatang,” ujar Ketua Pelaksana OLGENAS 2017 Alfian Nur Arozan dalam acara pembukaan OLGENAS Tingkat SMA, Rabu (11/1) di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM.

Pada tahun ini OLGENAS mengambil tema “Geopariwisata sebagai Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan dalam Upaya Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Topik ini sendiri diangkat sehubungan dengan pelaksanaan salah satu gagasan pemerintah yang tertuang dalam Nawacita untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Olimpiade geografi terbesar ini pertama kali digagas oleh Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. Suratman 12 tahun yang lalu ketika ia masih menjabat sebagai Wakil Dekan di Fakultas Geografi. Sejak saat itu, kompetisi ini telah menjadi wadah bagi siswa-siswi SMP dan SMA untuk meningkatkan pemahaman mengenai peranan ilmu geografi serta untuk mencetak kader bangsa di masa depan yang memiliki kapasitas intelektual tinggi.

“Geografi itu sarat dengan nilai nasionalisme, karena salah satu syarat utama berdirinya negara adalah wilayah. Saya menggagas OLGENAS untuk memberi inspirasi kepada calon-calon pemimpin, karena untuk menjadi pemimpin harus paham tentang geografi,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain untuk menyemai pemimpin bangsa dan memperkaya pengenalan akan NKRI, kompetisi ini juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk memunculkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Saya berpesan kepada guru-guru untuk menggaungkan penyelamatan NKRI. Kerusakan lingkungan, kemiskinan, pengangguran, konflik, atau masalah kesehatan, tolong itu digerakkan melalui tangan-tangan muda ini,” ujar Prof. Suratman.

Rangkaian kegiatan Olimpiade tingkat SMA ini meliputi tahapan tes tulis yang dikerjakan secara berkelompok, outdoor learning atau kegiatan lapangan yang berorientasi pada pengenalan bentang lahan di wilayah Yogyakarta, ujian multimedia, tes laboratorium, serta presentasi esai dan poster ilmiah. Dalam penyelenggaraan kompetisi, OLGENAS berorientasi pada peningkatan daya saing kompetensi siswa yang mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif sebagai tolok ukur kesuksesan pembelajaran di mana tiap siswa dilatih untuk menghadapi kondisi Indonesia di masa mendatang.

Berbagai Kegiatan

Selain menjadi ajang pembelajaran bagi para siswa, OLGENAS juga menyediakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk para guru serta masyarakat umum. Sembari mendampingi anak didik mereka untuk berkompetisi, para guru pembimbing dapat mengikuti kegiatan seminar, workshop, dan talkshow.

Salah satu kegiatan di dalam OLGENAS yang bisa dinikmati secara umum adalah Pameran Geografi yang menghadirkan pusat-pusat studi serta instansi atau komunitas yang berkaitan dengan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Pameran ini diadakan untuk menyediakan informasi mengenai kepariwisataan untuk memberikan pandangan terkait upaya untuk melestarikan suatu tempat wisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (Humas UGM/Gloria)