Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir akan terus mendorong dan mendampingi PT.Kalbe Farma Tbk dalam upaya membangun perkembangan penelitian Stem Cell and Cancer Institute di Indonesia (SCI).

Walaupun Stem Cell atau Sel Punca masih dalam tahap pengembangan di seluruh dunia, peneliti Indonesia akan melakukan uji klinis pada penelitian Stem Cell and Cancer Institute yang sebetulnya sudah dijalankan sejak tahun 2010 dan pada 2016 ini sudah melakukan tahap uji.

Perusahaan farmasi yang didirikan Boenjamin Setiawan sejak tahun 1966 itu terus mengembangkan penelitian sel punca dan kanker,

“Penelitian itu sangat penting bagi kemajuan suatu negara, sehingga perlu mendapat perhatian besar dari seluruh pihak, khususnya pemerintah,” tutur pendiri Kalbe Farma sekaligus pendiri SCI tersebut.

Pemerintah sendiri akan terus mendukung kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh perusahaan swasta dengan membantu antara lain berupa dana penelitian,

“Saya akan terus mendampingi bersama dengan para peneliti untuk memajukan negeri ini,” ujar Menteri Nasir pada sambutannya di Laboratorium SCI Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (6/1/2016).

Menteri Nasir juga berharap ke depan Indonesia akan menjadi pusat berkembangnya riset-riset sel punca dan menjadi tulang punggung kesehatan Indonesia. Kemristekdikti akan berusaha agar lembaga riset seperti SCI diberi kemudahan ketika melakukan uji klinis dengan meringankan pajaknya (Double Tax Deduction).

“Harapan kami nanti Stem Cell ini berkembang pesat di Indonesia. Biodiversity Indonesia harus kita gali terus supaya obat itu tidak jadi mahal,” ungkap Menteri Nasir. (ard/bkskpristekdikti)