PERKUAT SINERGI

Bila kita pernah melihat proses pembangunan rumah, tentunya kita melihat dan merasakan bahwa pembangunan tersebut tidaklah mudah. Ada peralatan bangunan, ada fondasi kuat yang harus dipasang, dan harus ada olahan semen sebagai perekat. Sama halnya ketika penggabungan terjadi antara Kementerian Ristek dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Rumah baru harus dibangun dengan mempersiapkan bahan-bahan bangunan yang baik dan fondasi yang kuat untuk menunjang kekokohan rumah. Penggabungan tersebut semakin memperkokoh institusi ini menjadi semakin kuat. Disebut demikian karena Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memiliki bahan yang sudah cukup, anggaran yang memadai, dan sarana prasarana yang menunjang. Sementara fondasi juga sudah terpasang. Diantaranya adalah dosen, mahasiswa dan peneliti yang menjadi andalan di masa sekarang dan di masa depan, kesemuanya itu haruslah direkatkan. Bahan perekat yang sangat beruntung dimiliki oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi adalah institusi ini amat beruntung memiliki “sahabat” yang amat banyak. Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia dan Lembaga Penelitian yang amat membantu dalam meningkatkan kebaruan teknologi di Negeri ini. Senjata utama Kementerian ini sudah ada, hanya tinggal bagaimana kita meracik dan mensinergikan bahan-bahan yang ada tersebut sehingga rumah baru menjadi rumah yang kokoh meskipun dilanda “goncangan” dari luar. Goncangan-goncangan tersebut dapat direduksi dengan cara memperkuat kehumasan yang kuat dan publikasi yang optimal di Kementerian dan pengoptimalan kehumasan di Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian.

 PENINGKATAN LEVEL

Sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor : 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kelola Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bahwa kini lingkup kehumasan dimasukkan kedalam satu Biro khusus yaitu Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik. Adalah suatu “hadiah” yang sangat besar bagi kehumasan dapat ditempatkan pada satu Biro khusus yang menangani aliran komunikasi dan publikasi yang notabene menjadi barometer utama arus informasi yang harus tersampaikan kepada masyarakat luas. Program-program yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti tentunya memerlukan dukungan/partisipasi dari stakeholder, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta serta lembaga-lembaga LPNK yang sifatnya konstruktif. Partisipasi stakeholder dalam mengembangkan reputasi pendidikan tinggi dan inovasi di Indonesia sangat ditentukan dengan tingkat pengetahuan stakeholder terhadap program-program tersebut. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan reputasi pendidikan tinggi dan inovasi tidak hanya di Indonesia tetapi juga mulai merajut reputasi ke dunia internasional. “Sahabat” Kementerian ini menjadi faktor pendukung dalam rangka mencapai keniscayaan tersebut. Tangan-tangan mereka dalam mempublikasikan hasil karyanya merupakan inisiasi yang tidak akan pernah habis dimakan zaman. Oleh karenanya, peningkatan level terhadap para sahabat ini perlu dilakukan untuk memberikan apresiasi yang baik terhadap mereka. Caranya adalah dari sisi struktur organisasi. Adalah hal yang tidak mustahil untuk meningkatkan level kehumasan melalui struktur. Sehingga kehumasan dan publikasi tidak hanya dianggap sebagai buih di tepi pantai, melainkan menjadi pasir-pasir yang mengisi lautan biru yang luas. Revitalisasi diperlukan dalam bidang kehumasan dan publikasi. Bahkan kita pernah mendengar idiom bahwa ketika kita memegang komunikasi dan media, maka kita memegang kekuasaan. Artinya peran komunikasi amatlah penting untuk menjaga keselarasan dan keseimbangan peran Pemerintah. Maka kini saatnya kita membangun peran kehumasan dan publikasi menjadi lebih baik dan terpadu.