SIARAN PERS

Semarang, 23 Desember 2016

Kemampuan untuk membuat, mendistribusikan, dan memberdayakan pengetahuan merupakan modal bagi keunggulan, daya saing, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat sebuah negara.

Saat ini kita sedang menuju era ekonomi baru yang ditandai dengan persaingan bebas, cepatnya aliran informasi, meningkatnya kompleksitas bisnis, dan globalisasi.

Laporan World Economic Forum (WEF) menyebutkan Indeks Competitive Global (daya saing) Indonesia tahun ini mengalami penurunan ke posisi 37 ke 41 dari 138 negara. Namun peringkat inovasi sendiri meningkat dari 35 ke 31.

Sementara itu, tingkat kesiapan teknologi atau technology readiness level (TRL) kita secara ekonomik merosot drastis menjadi urutan ke 91. Artinya riset yang menghasilkan inovasi masih sangat rendah. Riset yang bisa memberikan nilai manfaat bagi masyarakat langsung masih rendah.

Oleh karena itu, kita dihadapkan untuk mengembangkan tidak saja potensi keunggulan sumber daya alam namun juga keunggulan daya saing yang kita miliki, khususnya faktor manusia.

Momentum pertemuan (Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Semarang Periode 2016-2019) dinilai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, sangat penting dan potensial. Sebagai lembaga profesi, Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) wajib meningkatkan keunggulan inovasi di bidang Ekonomi, serta didorong agar mampu melakukan penelitian yang menghasilkan terobosan-terobosan baru dan bahkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di dunia industri.

Keberadaan ISEI sangat penting dalam memberdayakan ekonomi di daerah melalui usaha kecil menengah (UKM), usaha mikro, yang berbasis teknologi. Sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Bagaimana ISEI ini bisa mendevelop ekonomi kita menjadi lebih baik,” imbuh Menristekdikti saat Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Semarang, Jumat, 23 Desember 2016 di Universitas Diponegoro Semarang.

Nasir melanjutkan nilai usaha kecil kita masih sangat rendah yakni sekitar 2,5 persen dari total penduduk, kemudian yang berbasis teknologi hanya 0,67 persen.

Nasir berpesan, daerah yang sudah bagus ekonomi mikronya agar membantu mengembangkan daerah atau tempat lain. ISEI agar bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi supaya makin baik dan maju. Harapannya, pengurus ISEI Cabang Semarang periode 2016 – 2019 mampu memberikan sumbang saran dalam menjawab tantangan yang ada.

##