Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004, prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia mencapai sebesar 90,05%, dengan karies dan penyakit periodonsium merupakan penyakit gigi dengan prevalensi tinggi.
Persoalan ini menginspirasi tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Astiti Wahyu Murti, Novaria, Sofia Maulida, dan dua mahasiswa Fakultas Farmasi UGM yaitu Surya Yuli Astuti dan Retika Gien Syaputri untuk menciptakan suatu produk untuk mengatasi persoalan tersebut. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) UGM, kelimanya membuat produk inovatif untuk membantu menghilangkan plak gigi dan bau mulut yang dinamai Salvadora Perisca Gum atau “Savica Gum”.
“Savica Gum merupakan produk permen karet inovatif yang mengandung ekstrak siwak dari tumbuhan Salvadora persica,” jelas Retika, Senin (6/6) di Kampus UGM.
Retika mengatakan Savica Gum ini bisa menjadi alternatif solusi herbal penghilang plak gigi dan bau mulut. Dikemas dalam bentuk yang praktis sehingga dapat digunakan dimanapun dan kapanpun.
Ditambahkan, Savica Gum bisa bekerja secara efektif untuk menghilangkan plak gigi karena formulanya sebagai permen karet. Seperti diketahui, permen karet adalah salah satu bentuk sarana pengendalian plak secara mekanis. Adanya gerakan pengunyahan pada permen karet dapat meningkatkan aliran saliva dalam rongga mulut.
“Peningkatan produksi saliva dapat mengurangi endapan sisa makanan di permukaan gigi,” tuturnya.
Sedangkan kandungan ekstrak siwak didalamnya mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Selajn itu mengikis plak, mencegah gigi berlubang, serta memelihara gusi.
“Siwak merupakan salah satu pembersih mulut alami yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu,” jelas Retika.
Dikatakan Retika,  Savica Gum ini berpotensi untuk diproduksi masal. Dengan begitu, dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. (Humas UGM/Ika)