Pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan perubahan fundamental terhadap pendidikan vokasi melalui program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Progam ini untuk meningkatkan relevansi pendidikan politeknik dengan kebutuhan industri pengguna lulusannya.

Saat menyampaikan paparan dalam refleksi akhir tahun kinerja Kemenristekdikti, Rabu 28 Desember 2016, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, ada 12 politeknik negeri di Indonesia yang akan direvitalisasi pada tahun 2017. “Revitalisasi 12 politeknik bagian dari upaya penyediaan tenaga kerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Kelembagaan Iptekdikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo menjelaskan, revitalisasi pendidikan tinggi vokasi mendesak dilakukan, terutama untuk merespons keluhan dunia industri atas masih kurang relevannya kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan dunia kerja. “Karena tenaga kerja tidak relevan dengan industri,” pungkasnya.

Wujud nyata pelaksanaan program tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara sepuluh politeknik negeri dan mitra industrinya, yang disaksikan langsung oleh Menristekdikti  dan Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenristekdikti 2017, di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin 30 Januari 2017.

Perjanjian kerja sama pada bidang energi, yaitu Politeknik Elektronika Surabaya dengan PT Len Industri (Persero) dan Politeknik Negeri Banjarmasin dengan PT Trakindo Utama. Sementara itu, kerja sama dalam bidang ketahanan pangan dilakukan oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkep dengan PT Nusa Indah Kalimantan Plantations, Politeknik Negeri Jember dengan PT Benih Citra Asia, dan Politeknik Negeri Malang dengan PT Labtech International LTD.

Selain memperkuat kerja sama dalam bidang energi dan ketahanan pangan, kerja sama politeknik negeri dengan mitra industri juga direalisasikan dalam bidang perhubungan, yaitu Politeknik Negeri Batam dengan PT Batam Aero Technic, Politeknik Negeri Perkapalan Surabaya dengan PT Fiberboat Indonesia, Politeknik Maritim Negeri Indonesia dengan Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia, Politeknik Negeri Samarinda dengan PT Widya Karya, dan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung dengan PT Exiron Baja Pratama. (NF/KL)