Washington DC, 25 April. Delapan belas pakar Indonesia dari Australia, Singapura, Inggris, Indonesia, Filipina, dan Amerika Serikat berkumpul di Cornell University pada acara konferensi ketiga Cornell Modern Indonesia Project, 21-23 April 2017. Topik bahasan kali adalah kemajuan studi sejarah seni di Indonesia. Tema-tema makalah dikelompokkan menjadi 5 kelompok besar: akar pra sejarah, pengaruh India, sejarah tari, dunia wayang, dan fotografi dan media baru.

Makalah-makalah yang menarik antara lain seni LEKRA yang dipaparkan oleh Adrian Vickers dari University of Sydney, Diskursus Islam dan Seni di Indonesia yang disampaikan oleh Anissa Rahadiningtyas mahasiswa doktoral di Cornell University, dan tari-tari sufistik di pantura yang disampaikan oleh Margott Ross seorang kurator seni independen. Tiga pakar wayang, Matthew Cohen (dari Royal Holloway, Inggris), Jan Mrazek (NUS, Singapura), dan Sumarsam (Wesleyan, AS) menyampaikan berbagai isu terkait wayang dan pertunjukan wayang. Konferensi ditutup dengan pertunjukan padat wayang kulit oleh dalang Prof Sumarsam. Pertunjukan wayang dihadiri lebih dari 200 orang warga Ithaca sekitar Cornell University, diiringi kelompok gamelan Cornell Univeristy.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Ismunandar, menyampaikan penghargaan atas dukungan Cornell University pada studi Indonesia dan berharap kerjasama dengan KBRI terus dijalin untuk terus meningkatkan studi-studi ini. (Atd)