Jakarta – “Kita harus terus memperhatikan potensi ancaman dari luar negeri yang dapat masuk, mengganggu, dan membahayakan keselamatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Menteri Nasir pada pembukaan Konferensi Informasi Pengawasan (KORINWAS) di Bidakara, Kamis (12/05).

Konferensi Informasi Pengawasan (KORINWAS) adalah acara tahunan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sejak tahun 2015, yang diselenggarakan untuk menjadi media komunikasi antar instansi/regulator yang berkepentingan atau terkait dengan keselamatan dan keamanan nuklir.

Arahan Presiden mengenai perlunya pemasangan Radiation Portal Monitor (RPM) di seluruh pelabuhan internasional, bandar udara internasional, dan pos lintas batas negara menjadi latar belakang isu yang diangkat KORINWAS tahun ini. Isu KORINWAS tahun ini adalah tentang peran sistem keamanan nuklir nasional dalam menghadapi ancaman kriminal dan terorisme yang ditengarai melibatkan zat radioaktif dan bahan nuklir.

“Eskalasi dan jenis tindakan sabotase, terorisme atau kriminal dapat kita lihat dan rasakan dampaknya meskipun itu bersifat konvensional non radiologi,” terang Menteri Nasir.

BAPETEN selama enam tahun terakhir turut serta berperan aktif dalam upaya peningkatan infrastruktur keamanan nuklir, di antaranya dengan: (1) proses ratifikasi the International Convention for the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism (ICSANT) menjadi UU 10/2014; (2) pengusulan PP 54/2012 tentang Keselamatan dan Keamanan Instalasi Nuklir; (3) kerja sama dengan lembaga nasional dan internasional, di antaranya melalui Asian Pacific Safeguards Network; (4) pengembangan RPM di enam pelabuhan utama; (5) perizinan impor dan ekspor zat radioaktif secara daring dalam skema Indonesia National Single Window (INSW) bersama 18 kementerian/lembaga; serta (6) pembentukan Indonesia Centre of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness (I-CoNSEP) yang melibatkan 12+ kementerian/lembaga (Kementerian Luar Negeri, POLRI, BIN, BMKG, BNPT, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, BNPB, BATAN, TNI-AD, dan BAKAMLA).

Menteri Nasir berharap BAPETEN dapat terus meningkatkan kualitas pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia dengan sebaik-baiknya. Menteri Nasir juga berharap agar semua kementerian dan lembaga terkait dapat mendukung dan berkolaborasi dengan BAPETEN secara proaktif dan terpadu.

Sesuai dengan NAWA CITA butir pertama: “Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara”. Bersama kita dukung, bangun, dan operasikan sistem keamanan nuklir nasional dengan kelengkapan infrastruktur yang handal. Mari lindungi NKRI dengan jiwa raga kita! (flh/bkkp)

Galeri