Salah satu janji Presiden Jokowi dalam Nawacita adalah: “Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya” (Nawacita keenam). Penjabaran janji ini adalah “Kami akan membangun sejumlah Science dan TechnoPark di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana yang mempunyai teknologi terkini”. Dalam pelaksanaannya pemerintahan Jokowi-JK akan membangun atau mengembangkan 100 Sains TechnoPark maupun TechnoPark (TP) di Indonesia, salah satunya adalah Sragen TechnoPark yang pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Definisi TP menurut International Association of Science Parks (IASP), adalah organisasi yang dikelola secara professional, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mendorong budaya inovasi dan daya saing industri dan institusi berbasis pengetahuan di dalamnya. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengelola dan menumbuhkan aliran teknologi dari sumbernya, seperti universitas, lembaga litbang dan industri kepada para usahawan pemula melalui proses inkubasi bisnis, sehingga jumlah dan kualitas pengusaha yang dapat bersaing akan meningkat, usahawan pemula tersebut disebut tenant.

LAYANAN TP

Dalam menjalankan proses inkubasi, maka TP harus menyediakan sarana seperti, ruangan tempat bertransaksi, ruang pamer produk dari tenant, areal terbuka untuk tenant mendirikan workshop bila diperlukan, juga ruang terbuka untuk perusahaan jangkar untuk mendirikan pabrik kecil (“mini plan”). Selain ruangan dan areal, TP juga menyelenggarakan layanan peningkatan nilai tambah berupa pelatihan dan bimbingan dalam hal mendirikan dan mejalankan perusahaan dengan sehat, mengajukan kredit, mengatur keuangan dan membayar pajak, memilih dan menggunakan teknologi untuk menghasilkan produk terbaik serta memasarkan produk. Perusahaan jangkar, adalah perusahaan yang telah mempunyai jaringan produksi serta pemasaran yang kuat, keberadaannya dimaksudkan untuk membantu menciptakan atmosfir bisnis di lingkungan TP, sehingga para tenant lebih bergairah dalam mengembangkan usahanya, juga dapat menjadi tempat bertanya untuk kiat-kiat berbisnis. Diharapkan jumlah perusahaan jangkar yang masuk ke dalam kawasan TP akan bertambah banyak sejalan dengan bertambahnya waktu. Perusahaan jangkar dapat juga berasal dari tenant yang telah lulus proses inkubasi.

TUGAS PENGELOLA

Dilingkungan TP sedikitnya ada 3 kelompok pekerja yang saling bekerja sama, kelompok pertama adalah para tenant, kedua adalah mereka yang menjalankan perusahaan jangkar, ketiga adalah para pengelola TP. Kemajuan dan tercapainya target-target yang harus dicapai oleh TP adalah tanggung jawab penuh dari pengelola. Beberapa tugas utama dari Pemimpin dan para pengelola TP, adalah meyiapkan dan memelihara semua sarana untuk proses inkubasi, menyediakan tenaga pakar yang diperlukan untuk dimintai bantuan sesuai keahliannya oleh tenant maupun perusahaan jangkar, membangun jaringan dan kerjasama baik sesama TP, sesama inkubator bisnis maupun pelaku bisnis lainnya, tugas lainnya adalah membantu pemasaran produk-produk tenan, sedangkan membangun dan menjaga atmosfir pengembangan bisnis di lingkungan TP adalah tugas bersama dari tiga kelompok bersama dengan Pemerintah Daerah.

Agar program inkubasi dalam TP tercapai, maka tenant yang terpilih harus mempunyai motivasi yang kuat untuk berwirausaha, lebih diutamakan jika pernah berwirausaha, memiliki tim kerja yang tangguh, mampu menyerap dan mengaplikasikan teknologi dalam pengembangan usahanya, memilih jenis usaha dengan konsep produk dan pasar yang jelas, memiliki modal awal, bersedia mengikuti aturan proses inkubasi, mampu bekerja sama dengan tenant yang lain, terutama dengan mitra bisnis.

TP SRAGEN

Keberhasilan sebuah TP juga sangat dipengaruhi oleh pilihan bidang fokus, pilihan yang tidak sesuai dengan dukungan sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang tersedia di daerah TP berada, akan menghambat aliran bahan baku dan jumlah usahawan yang akan menjadi tenant. Demikian pula pihan produk dari TP, akan sulit dijual bila tidak sesuai pasar, sehingga usahawan akan gagal mengembangkan bisnisnya. Bidang fokus untuk TP Sragen adalah pengolahan hasil pertanian, pupuk organik, dan industri kreatif di bidang batik dan mebel, fokus ini adalah hasil pemetaan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi UKM di Kabupaten Sragen yang tertuang dalam Master Plan.

Diharapkan beberapa tahun setelah TP melaksanakan inkubasi, maka jumlah usahawan di Kabupaten Sragen akan meningkat, sehingga lapangan kerja yang tercipta oleh usaha baru akan menyerap banyak tenaga kerja. Bila saat ini hasil pertanian yang dijual dari Kabupaten Sragen masih dalam keadaan belum diolah, dengan bertambahnya usahawan yang mengolah hasil pertanian maka akan semakin banyak olahan hasil pertanian yang dijual, sehingga harga jual meningkat. Dalam hal teknologi, bila sebelumnya yang dibutuhkan hanya teknologi produksi pertanian, maka untuk para usahawan baru diperlukan teknologi pengolah hasil pertanian, demikian pula untuk kualitas, bila saat ini kualitas yang harus dicapai hanya untuk hasil pertanian, maka beberapa tahun lagi yang harus dipenuhi adalah standar dan kualitas pangan. Tumbuhnya wirausaha menjadi industri berbasis iptek, akan menambah sumbangan dari dunia usaha kepada pendapatan asli daerah Kabupaten Sragen.

Demikian pula kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat, secara keseluruhan peningkatan ini akan menumbuhkan daya beli masyarakat. Seiring dengan hal itu, maka kemampuan masyarakat untuk membelanjakan uangnya untuk pendidikan juga akan meningkat, sehingga tingkat pendidikan masyarakat Kabupaten juga akan meningkat, diharapakan peningkatan-peningkatan ini secara keseluruhan akan membuat daya saing daerah akan meningkat.

PROFESIONALISME PENGELOLA

Tujuan Sragen TechnoPark agar menjadi penyumbang peningkatan daya saing daerah, tidak akan tercapai dengan hanya membangun gedung dan menyediakan peralatan fisik semata, tetapi diperlukan pengelola yang benar-benar berdedikasi dan profesional. Dedikasi tersebut antara lain berupa keseriusan memberikan bimbingan dan pendampingan untuk tenant dalam mengembangkan usahanya. Dalam hal ini para pengelola juga harus dapat membangun jaringan kerjasama antara TechnoPark dengan berbagai lembaga dan organisasi seperti berbagai Satuan Kerja Pemerintah Daerah di lingkungan Kabupaten Sragen, para pengusaha, penyedia pinjaman modal kerja, para nara sumber dan pakar berbagai ilmu yang berhubungan dengan wirausaha dan para ahli pemasaranan.

Semoga Sragen TechnoPark akan dapat menjadi salah satu pilar peningkatan daya saing masyarakat Kabupaten Sragen dimasa mendatang .. Aamiin..

Oleh : Harry Jusron
KasubDit Badan Penunjang Lainnya
Direktorat Kawasan Sains Teknologi
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi