Sabtu 13 Februari 2016 di Washington DC dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh American Association for the Advancement of Science (AAAS) Sri Fatmawati, dosen Institut Teknologi Surabaya menerima penghargaan dari Elsevier Foundation. Penghargaan yang diberikan bagi para peneliti unggul yang baru memulai karirnya di negara berkembang ini, tahun ini dikhususkan untuk bidang Biologi dan diberikan kepada 5 pemenang. Selain Fatmawati, pemenang lainnya berasal dari Nepal, Peru, Uganda, dan Yaman. Penghargaan diberikan karena riset yang dilakukan dinilai berpotensi besar pada bidang kesehatan selain juga atas dedikasi mereka mengajarkan ilmunya pada para mahasiswa. Dr Fatmawati menekuni penelitian menganalisis potensi medis ekstrak tumbuhan dan jamur yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati malaria, kanker, dan Alzhaeimer.

Dubes RI di Washington DC , Budi Bowoleksono, menyampaikan ucapan selamat kepada Dr Fatmawati secara pribadi atas penghargaan yang prestisius ini. Dubes juga berharap agar Ibu Fatmawati dapat menyebarluaskan dan menerapkan hasil-hasil penelitiannya untuk mengangkat harkat para petani jamur dan tanaman obat. Dalam kesempatan diskusi dengan perwakilan Elsevier Dubes Budi Bowoleksono menyampaikan apresiasi yang tinggi atas upaya Elsevier mengenali dan menghargai peneliti yang potensial. Sementara Ismunandar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, berharap agar Elsevier terus bekerjasama dengan penerbit dan pengelola jurnal ilmiah di Indonesia untuk meningkatkan mutu publikasi di Indonesia. (bwa/us)