Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menjadi pembicara kunci pada acara Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ). Acara yang mengambil tema Peran Stem Cell dalam mendukung upaya bela negara, digelar di Auditorium Gedung Soedirman UPNVJ, Jakarta (25/1). Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dapat dilakukan melalui pengabdian sesuai dengan profesi, salah satunya di bidang kedokteran.

Sel punca (stem cell) telah menjadi topik penting baik bagi kalangan peneliti maupun khalayak umum karena potensinya dalam terapi berbasis sel. Hal itu disebabkan karena potensi stem cell yang sangat menjanjikan untuk terapi berbagai penyakit sehingga menimbulkan harapan baru dalam pengobatan berbagai penyakit. Menteri Nasir berharap kedepan stem cell menjadi tumpuan perbaikan kesehatan di Indonesia dan bisa semakin luas perkembangannya.

“Sudah ada 11 Rumah Sakit di Indonesia yang sudah mengembangkan stem cell ini, diantaranya yang berada di Jakarta seperti di RSCM, RS Harapan Kita, RS Dharmais, dan di kota lainnya, Harapan saya bagaimana riset ini bisa terus dikembangkan oleh para peneliti-peniliti Indonesia,” papar Menteri Nasir.

Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti, yang turut hadir dan melalukan presentasi menghimbau agar kedepan kampus UPNVJ dengan peneliti-penelitinya dapat mempublikasikan pengembangan riset stem cell. Hal tersebut dalam upaya meningkatkan Publikasi Internasional Indonesia yang saat ini masih tertinggal oleh Malaysia dan Singapura dalam rangking Publikasi Internasional di ASEAN.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UPNVJ Eddy S. Siradj, memaparkan visi kampus UPNVJ yang pada tahun 2014 lalu berstatus menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sebelumnya masih Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Kami menyampaikan bahwa Program Studi Fakultas Ekonomi Manajemen baru saja mendapat akreditasi A, selanjutnya visi kami kedepan pada 2020, 50% Prodi di UPNVJ mendapat akreditasi A,” ungkap Rektor UPNVJ.

Semoga riset stem cell yang merupakan salah satu alternatif terapi untuk masa depan manusia yang lebih baik ini dapat menjadi tulang punggung kesehatan Indonesia. (ard/bkkpristekdikti)