Cibodas – “Kunjungan Presiden Jokowi kesini memberi semangat dan angin segar bagi kami para peneliti dan industri untuk terus berkarya,” ujar Menristekdikti M. Nasir ketika mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kunjungan kerja ke Industri Sapi Unggul Lokal Asli Indonesia, Selasa (21/6) di PT Karya Anugerah Rumpin (PT KAR), Bogor, Jawa Barat.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang bekerjasama dengan PT KAR dalam perbaikan genetik sapi lokal di Indonesia. Kerjasama tersebut selain merupakan contoh penerapan hasil litbang pada industri dan masyarakat, juga merupakan contoh sukses sinergi komponen triple helix (ABG), dalam hal ini pemerintah (G), akademisi (A) dan sektor bisnis (B) sebagai aktor-aktor inovasi. Hasil litbang akan memberikan dampak ekonomi secara signifikan jika merupakan keluaran dari interaksi sinergis antara akademisi, bisnis, dan pemerintah. Implementasi kerjasama operasional antara LIPI dan PT KAR di sektor hulu, khususnya adopsi teknologi perbaikan genetik sapi lokal, pembibitan, pembiakan dan pembesaran sapi unggul telah menginisiasi kepercayaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ikut serta melakukan kerjasama di sektor ini.

Dalam kunjungan ini Jokowi ingin melihat secara langsung implementasi hasil teknologi perbaikan genetik sapi Indonesia, yang merupakan  kerjasama sistem ABG.

“Kita lihat disini adalah proses di hulu, pembibitan sapi potong, dalam sebuah program jangka panjang yang kita harapkan nantinya kita betul-betul dapat swasembada daging sapi sendiri,” ujar Jokowi.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, program ini dapat selesai pada 9-10 tahun, tambah Jokowi. Hal tersebut dikarenakan kita butuh waktu untuk menyeleksi dengan baik untuk mendapatkan sapi-sapi yang memiliki performa dan dapat dipakai untuk menghasilkan sperm dimana sperm tersebut nantinya dapat dibagikan baik ke industri maupun ke petani.

Menurut Jokowi, semuanya sudah pada jalur yang benar. Namun perlu diingat kembali bahwa kita tidak mungkin lagi membagi-bagi sapi ke petani tanpa sebuah manajemen pengawasan dan manajemen pendampingan. “Jadi, diberikan kepada petani namun harus ada yang mendampingi,” ujarnya. Selain itu, hal yang sangat penting adalah perlunya konsistensi secara terus-menerus, jangan berhenti, tambahnya.

“Dengan konsistensi yang tinggi terus-menerus sehingga dari semua potensi yang ada sangat memungkinkan kita bisa,” tegas Jokowi.

Besar harapan Menristekdikti bahwa kehadiran Presiden RI ke industri sapi lokal Indonesia ini menjadi momentum untuk memacu semangat kolaborasi dan sinergi dalam upaya meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional seperti tertuang dalam program Nawacita, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi strategis. (flh/bkkpristekdikti)

Galeri