Palembang- Dalam upaya peningkatan mutu Perguruan Tinggi di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi harus menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dengan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) agar target-target yang ingin dicapai pada tahun 2017 bisa terealisasi untuk menjadikan PTS yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo saat penutupan Rapat Koordinasi Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia Wilayah I-XIV di Hotel Aryaduta, Palembang, Sabtu, (21/1).

“Tugas utama Kopertis seluruh Indonesia salah satunya meningkatkan Mutu PTS dilihat dari Akreditasinya baik itu prodinya maupun institusinya, target akreditasi di PTS tahun 2016 totalnya 39 dan yang dicapai 50, jadi saya mengapresiasi karena tugas kopertis lebih daripada yang diharapkan,” tutur Patdono dalam sambutannya.

Rapat yang digelar selama dua hari ini mengangkat tema “Peningkatan Tata Kelola Menuju Perguruan Tinggi yang Berkualitas” dihadiri juga Staff Ahli Bidang Akademik Kemenristekdikti, Paulina Pannen, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dan Seluruh Koordinator serta Sekretaris Pelaksana Kopertis seluruh Indonesia.

Patdono mengatakan bahwa pada tahun 2017 ini, akan banyak program prioritas yang akan menjadi tujuan utama Kemenristekdikti untuk menyempurnakan program-program tahun 2016 antara lain adalah revitalisasi LPTK, Pemberian Kewenangan Evaluasi Pendirian Prodi ke Kopertis/LL-Dikti, Pendampingan Akreditasi Institusi dari B ke A, World Class University dan Science and Techno Park serta Profesor yang diwajibkan publikasi intersional yang terindeks scopus.

“Target publikasi ditahun 2016 sekitar 6.900 publikasi, dan faktanya kita sudah melewati angka 10.000, sehingga ini capaian yang luar biasa dengan kebijakan baru bahwa profesor harus publikasi internasional yang terindeks scopus agar bisa bersaing dengan negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura yang peringkatnya masih jauh diatas kita,” ujar Patdono di depan para Pimpinan Kopertis se-Indonesia.

Selain itu, Dirjen Patdono juga mengatakan Hibah PTS tahun 2017 ini akan diberikan kepada total 76 PTS yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah total Hibah PTS sebesar Rp. 50 Milyar.

Ketua Koordinator Kopertis Wilayah II, Slamet Widodo, menargetkan pada tahun ini Kopertis Wilayah II akan melakukan pembinaan pada PTS yang masih banyak memiliki Akreditasi C dari sisi institusinya dan prodinya.

“Sekarang masih didominasi akreditasi C, ada sekitar 60 persen. Saya menargetkan pada tahun ini, prodi-prodi PTS di lingkungan Kopertis wilayah II tidak boleh ada lagi yang Akreditasinya C, dengan melakukan pendampingan melalui kegiatan seperti seminar dan workshop,” tegas Widodo.

Diakhir sambutannya, Dirjen Patdono meminta kepada para Koordinator Kopertis untuk lebih meningkatkan pembinaan terhadap PTS di wilayahnya masing-masing. Karena menurutnya, tanggung jawab Kopertis itu tidak hanya melakukan pengawasan saja tetapi juga ikut membina PTS di wilayahnya agar lebih baik lagi.

“Harapan kami di 2017 ini Kopertis harus terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap PTS di wilayah masing-masing dengan sebaik mungkin. Contoh yang harus dipersiapkan terkait hal itu antara lain Menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjalankan tugas evaluasi usulan pendirian prodi, yang menyangkut: SDM Kopertis, Sistem, instrumen, evaluator, Kopertis harus berani dan proaktif dalam mencegah/menyelesaikan konflik di PTS, Melakukan pendampingan peningkatan akreditasi prodi dan institusi, Meningkatkan jumlah publikasi PTS, serta harus melakukan sosialisasi dan menerapkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN)”, tuturnya. (DZI)

Galeri