Program bantuan pendidikan yang diberikan oleh Pemerintah, seperti Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIk) dirasakan sangat penting dan membantu Papua dalam mewujudkan Program 1.000 Doktor. Papua menyambut baik program ini, karena sungguh-sungguh membantu masyarakat yang ingin melanjutkan sekolah namun terkendala ekonomi. Ini terbukti dengan banyaknya putra/putri Papua yang melanjutkan pendidikan di luar Papua. Dalam sambutannya, Gubernur Papua yang diwakili oleh Asisten III Bidang Umum, Rosina Upessy mengharapkan kiranya seluruh walikota di Papua berpartisipasi dan serius menangani bantuan ini dan memilah-milah pembagian tanggung jawab antara daerah dan pusat (cq. Kemristekdikti).

Program ADIk dinyatakan cukup sukses dan telah berjalan selama 3 (tiga) tahun. Ketika diluncurkan pada 2012, program ini dikhususkan bagi siswa Papua dan Papua Barat. Kini, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memperluas cakupan wilayah program ADik hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) seperti Nusa Tenggara, Maluku Utara, dan Aceh. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad dalam penjelasannya “Program ADIk sudah cukup sukses, ini terbukti semakin banyak mahasiswa peserta ADIk yang memperoleh nilai memuaskan, ini berarti program ini cukup sukses mencerdaskan masyarakat”.

Program ADEM cukup sukses meningkatkan jumlah lulusan dari daerah Papua di perguruan tinggi.  Program ini juga sangat membantu masyarakat Papua untuk berbaur dengan lingkungan yang baru dan mengenal saudara-saudaranya dari seluruh Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Dirjen. Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad menjelaskan bahwa program ADEM juga bertujuan agar pendidikan merata di seluruh Indonesia. Selanjutnya, peserta Program ADEM wajib mengikuti Program BPJS Kesehatan agar siswa terjamin kesehatannya dimanapun mereka berada.

Dengan Program ADEM dan ADIk juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri, yang disampaikan oleh Kasubdit Otonomi Khusus Papua di Ditjen Otonomi Daerah, Thomas Umbu Pati. Diharapkan ke depannya, dengan pendidikan akan menghilangkan kekurangan-kekurangan, perubahan pola pikir dan tingkah laku masyarakat menjadi lebih baik. Kemdagri sangat mendukung Program ADEM dan ADIk, serta akan diadakan kegiatan nasional di Jakarta.

Pada akhir pertemuan, disampaikan bahwa masyarakat Papua berharap jumlah pengajar khususnya untuk SMK semakin meningkat, mengingat sekarang ini 2.076 guru-guru di Daerah Papua akan pensiun, sehingga Papua berharap banyak pada Program SM3T. Dan diharapkan sosialisasi Program ADEM dan ADIk agar merata ke seluruh Kabupaten di Papua. (WAS/TMG/HKLI)