JAKARTA – Delegasi Timor-Leste melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada hari Kamis (1/9) di Gedung D Kemristekdikti, Senayan, Jakarta. Delegasi Timor-Leste terdiri dari Wakil Menteri Pendidikan, Mr. Abel da Costa Ximenes, Atase Pendidikan Kedutaan Timor-Leste, Mr. Thomas da Silva, Penasihat Wakil Menteri Pendidikan, Daniel Pereira, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Timor-Leste, Ms. Maria Elsa Diogo Correia. Wakil Menteri Pendidikan Timor-Leste, Mr. Abel, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini antara Timor-Leste dengan Republik Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Hal ini terutama dalam memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Timor-Leste, karena secara tidak langsung memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan Timor-Leste.

Sebagai referensi, jumlah mahasiswa Timor-Leste yang menempuh pendidikan di Indonesia berjumlah sekitar 6000 orang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Hal ini selanjutnya menurut Wamendik Timor-Leste mayoritas masih didominasi dengan skema biaya pendidikan yang disediakan oleh masing-masing peserta dengan biaya sendiri, sedangkan biaya pendidikan melalui skema beasiswa dari Pemerintah Indonesia masih terbilang sedikit. Selanjutya Wamendik Timor-Leste mengemukakan salah satu hambatan bagi mahasiswa Timor-Leste untuk menempuh pendidikan di Indonesia adalah kendala bahasa. Wamendik Timor-Leste berharap kedepannya apabila memungkinkan pemerintah Indonesia dapat menyediakan pelatihan bahasa indonesia sebagai salah satu cara di dalam memudahkan proses pembelajaran para calon mahasiswa Timor-Leste kedepannya apabila sudah tiba di Indonesia.

Mohamad Nasir menyampaikan mekanisme pembelajaran bahasa Indonesia dalam rangka mendukung aktivitas mahasiswa Timor-Leste di Indonesia, menyarankan untuk memberikan pre-departure program sebelum calon mahasiswa Timor-Leste melanjutkan kuliahnya di Indonesia dimana pembekalan bahasa Indonesia dapat diberikan. Mohomad Nasir menambahkan bahwa calon mahasiswa dapat mengakses melalui website forlap.ristekdikti.go.id untuk memperoleh informasi mengenai universitas-universitas dan institusi pendidikan yang ada di Indonesia.

Selanjutnya sehubungan dengan program beasiswa yang ada di Indonesia dan diperuntukan untuk para calon mahasiswa Timor-Leste, Wamendik Timor-Leste berharap terdapat program beasiswa berkelanjutan dan kemungkinan pembahasan aplikasi training bagi Timor-Leste di institusi-instusi penelitian di Indonesia seperti di BPPT. Salah satu insititusi pendidikan yang menarik perhatian Wamendik Timor-Leste adalah Politeknik Kapal Perikanan. Melalui sistem dan materi pembelajaran yang terdapat di Politeknik Kapal Perikanan, diharapkan mahasiswa Timor-Leste yang menempuh pendidikan pada institusi tersebut dapat mendukung salah satu keunggulan dari negara Timor-Leste yaitu pada sektor perikanan dan kelautan.

Turut mendampingi Menristekdikti dalam pertemuan tersebut adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Multi, dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi. (bpp/kskp/sj)

Galeri