Kementerian Riset, Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bersama Pemerintah Inggris meresmikan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan inovasi bersama dengan nama UK-Indonesia Science Technology Fund di Gedung D Kemristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat (23/03/2016). Kemitraan ini bertujuan membawa kegiatan riset di Indonesia ke tataran internasional, sekaligus memperkuat peran sains dan teknologi dalam menunjang pembangunan.

Dalam acara peresmian, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik menyampaikan bahwa Pemerintah Inggris berkomitmen untuk menganggarkan 10 juta poundsterling sampai tahun 2021 demi mendukung pengembangan dan penguatan riset dan inovasi di Indonesia.

“Kedepannya kemitraan ini akan diperluas dengan keikutsertaan lembaga pendanaan riset independent yang akan melengkapi peran Kemristekdikti dalam riset dan inovasi. Dalam jangka panjang, semoga program ini memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan dan pengembangan sistem riset dan inovasi di Indonesia,” ujar Moazzam Malik dalam sambutannya.

Kegiatan utama dari UK-Indonesia Science & Technology Fund berbentuk call for research proposal dalam bidang kesehatan, ketahanan pangan, ketahanan energi, pengembangan kota berkelanjutan, ketahanan bencana serta maritim. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pemberian dana hibah penelitian Instutional Links kepada 7 kemitraan riset RI-UK terpilih dan dana penyelenggara lokakarya peneliti Researcher Links yang diberikan kepada 5 institusi terpilih.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Inggris yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan riset dan inovasi Indonesia. Saya targetkan dalam riset ini untuk menghasilkan suatu inovasi perbaikan terhadap bagaimana sistem ekonomi dan sistem pemerintahan kita,” ungkap Menteri Nasir.

Selain pendanaan kegiatan riset, UK-Indonesia Science & Technology Fund juga mengalokasikan pendanaan untuk peningkatan kapasitas di bidang riset dan inovasi dalam bentuk pelatihan, lokakarya, dan pertukaran peneliti. (ifa/bkkp)

Galeri