UMUMNYA saat belajar bahasa asing, siswa dipusingkan keterbatasan penguasaan kosa kata. Apalagi, jika bahasa yang dipelajari, memakai kaidah huruf yang berbeda. Misalnya Bahasa Arab. Untuk mengatasi persoalan itu, mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) menciptakan terobosan.(63)

FISKA Esi Kurnia, belum selesai mengemasi perangkat laptop, ketika seorang siswa menghampirinya. Mereka kemudian terlibat perbincangan sejenak, yang disusul senyum mengembang murid berambut panjang itu. Siswa kelas 2 SD Al Azam Semarang tak lupa mengucap salam sebelum berlalu. ‘’Murid tadi, mengaku tertarik dengan pembelajaran Bahasa Arab yang kami sajikan.

Dia sangat senang, dengan aplikasi yang kami beri nama Aladin ini,’’ urai mahasiswa D3 Teknik Informatika Polines itu, mengawali perbincangan dengan Suara Merdeka kemarin. Gadis berhijab tersebut bersama mahasiswa lain, dijumpai sedang melaksanakan uji coba aplikasi Aladin di SD Al Azam kawasan Ketileng Tembalang.

Hasilnya respon, anak-anak bagus. Mereka, sangat tertarik untuk bisa memiliki aplikasi tersebut, sebagai pendukung pembelajaran di rumah. Lalu apa sebenarnya aplikasi tersebut?. Bahkan membuat seorang siswa rela menghampiri Fiska sekadar untuk memuji permainan itu.

Penjelasan detail diberikannya sehubungan rasa penasaran itu. ‘’Aladin merupakan singkatan dari Arabic Learning by Exploring. Sebuah game pembelajaran Bahasa Arab Dasar.

Kami pun memilih konsep petualangan berbasis android agar perangkat mudah diakses banyak orang,’’ tutur mahasiswa yang memiliki minat di bidang desain, multimedia, database, dan pemrograman ini. Manfaat produk ini melatih dan meningkatkan konsentrasi dalam menghafal kosa kata dasar Bahasa Arab.

Selain itu,juga membawa atmosfer menyenangkan dalam konteks pembelajaran. Aplikasi itu memadukan antara permainan dan pembelajaran melalui animasi dua dimensi.

Melatih Logika

Menurut mahasiwa kelahiran Bandung 1995 tersebut,permainan yang disajikan ikut melatih logika. Sebab, belajar Bahasa Arab dasar model ini siswa diajak memasuki dunia petualangan dan animasi.

‘’Model pembelajaran ini memiliki tujuh level permainan yang mengacu pada materi pelajaran Bahasa Arab Dasar.

Kami memakai materi yang mengacu pada kurikulum Madrasah Ibtidaiyah tahun 2008 untuk kelas 1 SD,” jelasnya.

Di antaranya kosa kata dasar seperti angka, warna, pakaian dan sebagainya. Guna mempermudah pemakaian, aplikasi itu juga dilengkapi dengan cara bermain, yang bakal menuntun siswa.

Game pembelajaran ini dikembangkan menggunakan sistem construct atau piranti pendukung pembuat aplikasi permainan yang jamak dijumpai pada teknologi android. Namun untuk sampai tahap pengembangan ini, Fiska tak bekerja seorang diri.

Dia mendapat dukungan dari dosen pembimbing Idhawati Hestiningsih dan Mardiyono. Menurut Idha, melalui pembelajaran model ini, siswa akan mudah menghapal kosa kata dalam Bahasa Arab.

Mereka sekaligus diajak menikmati audio visual tentang angka, alat tulis, anggota keluarga, warna, pakaian, alat tulis dan benda ñ benda yang ada di kelas.

Materi ditampilkan dengan gambar dan suara baik Bahasa Arab maupun Bahasa Indonesia. Selebihnya pengguna pun mudah masuk ke halaman petualangan. Halaman tersebut didukung animasi Tokoh Komik Aladin dan Permadani Terbang. (Hari Santoso-63)