Singapura- Cabang olahraga canoeing dalam Asean University (AUG) ke-18 hari ini kembali dipertandingkan di Marina Barrage. Indonesia berhasil dapatkan 1 medali emas dari lomba kayak 2 500m putra.

Tim kayak 2 Indonesia tersebut adalah Laode Jumardin, putra asli Kendari dan Muhamad Satiri yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menurut pelatih canoeing Indonesia Dian Kurniawan, memang pada cabang olahraga ini dianggap cukup berat karena kebanyakan tim lawan adalah eks Sea Games 2015. Yang paling terberat menurutnya adalah Singapura.

“Dengan mendapat 1 medali emas ini, kami bersyukur, karena lawan sangat berat dan kebanyakan eks Sea Games. Tapi setidaknya anak-anak sudah all out bekerja keras,” ujarnya.

Kemudian Dian pun memberikan evaluasi dari tim Indonesia kali ini. Ia mengatakan untuk evaluasi selanjutnya di tahun depan, persiapan tim harus lebih dimatangkan. “Setidaknya 1 bulan sebelum pertandingan sudah ada training camp khusus untuk memantapkan teknis dan strategi, karena belum tentu setiap pelatih langsung mengenal secara teknis dan karakter timnya masing-masing”, ujarnya.

Ditanya mengenai apresiasi seperti apa yang harus diberikan kepada para atlet yang menang dalam AUG kali ini, Dian memberikan masukan agar mendapatkan beasiswa. “Kalau bisa atlet yang menang medali emas, perak dan perunggu mendapat beasiswa, jadi atlet pun termotivasi juga. Apalagi kalau semua atlet yang bertanding pasti mendapat beasiswa, lebih baik lagi,” harapnya.

Pertandingan-pertandingan AUG ke-18 sendiri akan terus berlanjut hingga tanggal 19 Juli 2016, jadi masih banyak kesempatan untuk Indonesia menambah pundi-pundi emasnya. (Dzi)

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemristekdikti