YM Koji Omi, pendiri dan pemimpin ‘Science and Technology in Society (STS) Forum’, yang merupakan Menteri Keuangan (2006-2007), Menteri Negara Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Okinawa dan Bagian Utara (2001-2002), serta Menteri Negara untuk Perencanaan Ekonomi (1997-1998); melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Mohamad Nasir, PhD, Akt, di Kemristekdikti.

YM Koji Omi memberikan informasi mengenai 13th Annual Meeting of the STS Forum 2016, yang akan diselenggarakan di Kyoto, Jepang, 2-4 October 2016.

Adapun beberapa topik tematik yang akan didiskusikan dalam STS Forum tersebut, searah dan sinergi dengan kebijakan pengembangan Iptekdikti di Indonesia. Topik-topik tematik STS-13 2016 tersebut mencakup: (i) Energi dan Lingkungan Hidup, (ii) Ilmu Kehidupan/Hayati, (iii) Inovasi Industri, (iv) Observasi Bumi, (v) Kerjasama Iptek, (vi) Inovasi Sosial untuk Pembanguman Berkelanjutan, (vii) Internet of Things (IoT), (viii) Megacities, (ix) Energi Baru dan Terbarukan, (x) Lingkungan dan Kesehatan, (xi) Material Maju (nano material), (xii) Kelautan, (xiii) Kolaborasi diantara Akademisi, Business society, dan Pemerintah, (xiv) Big Data, dan (xv) Smart Cities.

Pada kesempatan itu, YM Koji Omi juga mengundang Menristekdikti Prof M Nasir untuk berpartisipasi pada ‘Science and Technology (ST) Minister’s Roundtable, yang akan diselenggarakan di Kyoto, Jepang pada tanggal 2 Oktober, 2016, 12.20-15.30. Forum ini bertujuan untuk saling bertukar informasi, menguatkan kerjasama Iptek dan Inovasi, di dalam bidang-bidang yang disetujui kemudian oleh pihak-pihak yang berminat untuk melakukan kolaborasi.

STS Forum ini merupakan suatu ajang untuk dapat meningkatkan jaringan kerjasama Indonesia qq Kemristekdikti dengan mitra asing, selain Jepang sejak tahun 2010. Pada tahun 2016, keterlibatan Indonesia dalam STS-13 diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi Iptek dan Inovasi, terutama pada ke “tujuh bidang fokus plus satu (7+1)” (pertanian dan pangan, energi, TIK, pertahanan, kesehatan dan obat2an, material maju termasuk nanoteknologi dan maritim), yang merupakan prioritas Iptek Indonesia 2015-2019.

Turut hadir dalam audiensi tersebut adalah Dirjen Risbang M Dimyati, Dirjen SD Iptekdikti Ali Mukti Ghufron, Dirjen Pengembangan Inovasi Jumain Appe, serta Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi. (nm/bkkp)

Galeri