Jakarta – Menristekdikti, M. Nasir pada hari Rabu (27/4) menyambut kedatangan Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia Casper Klynge beserta 4 (empat) delegasi di Lantai 18, Gedung D Dikti, Jakarta. Kunjungan kali ini meneruskan inisasi kerjasama yang dilakukan oleh Kerajaan Denmark di mana pada tahun lalu Ratu Margarethe II mengunjungi Indonesia. Pada kunjungan Ratu Margarethe II dilaksanakan penandatanganan 4 (empat) Memorandum of Understanding (MoU) yang menyepakati kerjasama dalam bidang maritim, budaya, energi, dan transportasi. Pada kunjungan Dubes Denmark kali ini Menteri Nasir ditemani oleh Direktur Jendral Kelembagaan Iptekdikti Patdono Suwignyo, Staf Khusus Menteri Abdul Wahid Maktub dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada DS Marsudi.

Pada kunjungan kehormatan tersebut Menteri Nasir menjelaskan peran struktur organisasi serta peran strategis Kemenristekdikti dalam pembangunan riset, teknologi serta menjelaskan 7 + 1 bidang fokus riset utama yang dilakoni oleh Indonesia. Bidang fokus tersebut diantaranya kemaritiman, infrastruktur dan transportasi, kesehatan dan obat-obatan, energi terbarukan (renewable energy), advanced materials (Nano-technology), pertahanan nasional, pangan dan ketahanan pangan, serta teknologi komunikasi informasi (ICT). Banyak bidang yang menarik bagi kedua negara untuk dilakukan kerja sama, terutama dalam bidang maritim dan energi.

Hubungan Indonesia – Denmark sudah terjalin dari tahun 1950-an namun sampai saat ini masih belum memiliki landasan hukum sebagai basis dalam kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan. “Salah satu alasan utama kami melakukan kunjungan adalah untuk meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan Denmark, karena kedua negara belum memiliki MoU (payung kerjasama) dalam bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi,” ujar Duta Besar Casper.

Mengingat banyaknya perguruan tinggi Indonesia yang sudah memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi Denmark, serta kesamaan pada bidang riset menjadi fokus utama salah satu pertimbangan serta alasan kuat demi meningkatkan kerjasama antar kedua Negara. Patdono Suwignyo, Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti mengatakan bahwa salah satu hal yang diharapkan dari kerjasama antara Indonesia – Denmark mengenai pengembangan sekolah vokasional atau kejuruan. Inisiasi kerjasama tersebut karena sistem pendidikan kejuruan di Indonesia hanya dilakukan secara umum dan kurang terspesialisasi. Denmark memiliki beberapa politeknik yang berspesialisasi dalam beberapa bidang seperti kesehatan dan maritim.

MoU yang akan diinisiasi diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas pendidikan politeknik serta menciptakan pertukaran ilmu pengetahuan dan meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara. Selain kerjasama bidang pengembangan pendidikan, juga dibahas kerjasama sektor energi, terutamanya energi terbarukan (renewable energy). Energi angin merupakan salah satu bidang utama yang ingin digiatkan kerjasama antara Denmark dengan Indonesia, mengingat posisi geografis Indonesia yang strategis serta kebutuhan Indonesia akan ketahanan energi. Energi angin dinilai dapat menjadi salah satu sumber energi baru yang berkelanjutan serta efisien.

Dalam sesi akhir kunjungan tersebut pihak Kemristekdikti menyatakan akan terus bekerjasama dalam mendorong terciptanya MoU antara Indonesia dan Denmark dalam bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Duta Besar Casper Klynge juga mengharapkan Menristekdikti dapat melakukan kunjungan kerja ke Denmark pada masa mendatang. (mf/bkkp)

Galeri