Semarang – Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan upacara Dies Natalis ke-51 yang dilaksanakan pada auditorium Unnes, Semarang (30/3). Pada acara tersebut hadir Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto.

Ganjar Pranowo yang merupakan anggota Dewan Penyantun Unnes mengatakan, “kita patut berbangga bahwa selain karena prestasi Unnes yang mewakili Jawa Tengah sebagai perguruan tinggi yang prestasinya mendunia, tetapi juga budaya kampus Unnes yang selalu dijaga dan konsisten sebagai kampus konservasi”. Ganjar juga membanggakan bahwa Unnes merupakan salah satu PTN yang menerima mahasiswa Bidikmisi terbanyak dari sekian banyak PTN di Indonesia. “Kami juga berharap akan lahir ide-ide lebih kreatif dari Unnes dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat, tidak hanya di Jawa Tengah saja, tetapi bila memungkinkan Negara Indonesia,” tambahnya.

Sementara Nasir yang juga memberikan sambutan kunci mengatakan, “saya mengapresiasi sangat tinggi capaian oleh Unnes baik di bidang riset, prestasi dan publikasi baik di tingkat nasional dan internasional. Mudah-mudahan Unnes akan semakin berkembang. Apalagi kini Unnes menghilangkan jarak dengan para stakeholdersnya dengan membuat aplikasi integrated mobile system. Itu merupakan salah satu bentuk implementasi teknologi yang sangat baik dan mudah-mudahan hal ini menjadi contoh yang baik bagi Perguruan Tinggi lainnya”. Nasir berharap bahwa Unnes akan selalu menjadi LPTK yang menghasilkan guru yang mumpuni, guru yang baik. Selain itu Nasir juga berharap Unnes dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang untuk membuat Science Techno Park yang baru. “Saya sangat berharap Unnes menjadi Universitas yang dewasa dalam umurnya yang sudah cukup dan bisa menjadi World Class University,” tutupnya. Nasir pada kesempatan yang sama secara simbolis menandatangani dan meresmikan 3 gedung baru yang selesai dibangun pada tahun ini di Unnes.

Perubahan Besar Terjadi

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Maju Abad 21,” SBY amat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Unnes. “Luar biasa sekali yang Unnes lakukan, tidak hanya lingkungan tetapi hampir semua bidang dikonservasi. Ini sangat luar biasa untuk dibudayakan. Ketika saya masuk kampus, memang sudah tampak kampus ini merupakan kampus yang sudah cocok disebut sebagai kampus konservasi,” ungkapnya. SBY menjelaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bercita-cita besar. Menurutnya perubahan akan terjadi apabila ada orang yang berani melawan tantangan dan pada akhirnya orang tersebut akan menjadi pemenang dari perubahan yang ada. Konsep perubahan dunia sedang terjadi dimana bila kita mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs) kini mulai berubah menjadi Sustainable Development Goals (SDGs).

SBY memberikan petuahnya kepada mahasiswa yang hadir dengan mengatakan bahwa mahasiswa harus menghilangkan pikiran-pikiran yang negatif bila ingin pembangunan dan negara ini maju. “Hilangkan sifat-sifat pesimis, pikiran negatif, seolah-olah kita tidak punya harapan untuk menjadi negara maju dan sejahtera. Mulailah berpikiran bahwa kita bisa dan selalu bisa menjadi negara yang maju dan dihormati oleh negara lain,” tegasnya.

SBY mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di segala bidang memang sangat penting, tetapi juga tidak boleh dilupakan bahwa pembangunan sumber daya manusia juga sangatlah penting. Menurutnya diperlukan cara baru dan inovatif untuk mensejahterakan masyarakat. “Perubahan dunia di abad 21 berlangsung dengan cepat, maka Indonesia tidak boleh bersembunyi, tapi harus menunjukkan jati dirinya kepada dunia bahwa kita bisa menjadi bangsa yang maju,” tuturnya.

Rektor Unnes Faturrakhman menjelaskan bahwa anugerah konservasi 2016 diberikan kepada para insan yang dianggap sebagai pemantik semangat konservasi di berbagai bidang. Insan-insan yang menerima Anugerah Konservasi 2016 antara lain adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Mohamad Nasir, Mohammad Nuh, Rita Subowo, dan Riri Fitria Sari. Selain itu dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut diberikan penghargaan pula kepada para alumni Unnes yang dianggap berprestasi. (dzi/bkkp)