Pandemi COVID-19 tentunya menjadi salah satu hal yang harus dihadapi secara bersama-sama dengan semangat gotong royong. Percepatan penanganan wabah tersebut diharapkan dapat mengurangi penyebarannya. Untuk itu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terus berusaha bergotong-royong bersama Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan yang ada di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta dalam menanggulangi pandemi tersebut.

plt. Dirjen Dikti, Nizam, mengatakan mendukung perguruan tinggi bergotong-royong melawan virus corona. Hal tersebut terlihat dari mobilisasi 15.000 relawan mahasiswa kesehatan untuk menjadi motor Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di masa pandemi COVID-19. Kemdikbud sendiri menurutnya juga merealokasi anggaran hingga 405 milyar rupiah untuk memperkuat RSP dan FK PTN dan PTS. Melalui program tersebut, kemampuan tes PCR untuk COVID-19 secara nasional bertambah sebesar 7.000 sampel per hari. Hal ini sejalan dan mendukung target yang diminta presiden untuk bisa melakukan tes 10.000 sampel per hari secara nasional.

“Realokasi anggaran tersebut juga diimplementasikan dalam wujud APD dengan total yang didistribusikan sejumlah 268.381 yang didalamnya sudah termasuk face shield, masker medis, sarung tangan dan lain-lain, kemudian ada juga 16 set PCR, dan pengadaan reagen test,” tutur Nizam.

Tercatat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melakukan pelaksanaan kerja sama dengan RSP PTN/PTS, FK PTN dan PTS, RSUP dan RSUD. Dimana implementasi pelaksanaan tersebut adalah pengiriman alat-alat kesehatan/Alat Pengaman Diri (APD) kurang lebih mencakup 34 Provinsi diseluruh Indonesia.

“Pelaksanaan penyaluran APD berdasarkan wilayah yang jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 dari tingkat level yang paling tinggi ke tingkat terendah secara proporsional, dengan mempertimbangkan keterjangkauan lokasi geografis serta kesulitan ketersediaan APD antar daerah yang berbeda- beda. Untuk RSP PTN / PTS dan FK PTN /PTS langsung disalurkan menggunakan ekpedisi lokal dan diterimakan sesuai alamat yang dituju didalam surat perjalanannya, dan dilengkapi dengan surat pengantar dan dokumen BAST. Untuk Tujuan RSUD disalurkan melalui PTN/PTS terdekat dengan RSUD, kemudian PTN/ PTS tersebut membantu penyalurannya kepada RSUD yang dituju,” ujar Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani.

Sampai saat ini menurutnya 23 FK PTN dan 13 RSP PTN serta lebih dari 10 PTS yang selain menerima bantuan juga membantu penyaluran ke RSUD-RSUD terdekat di wilayahnya guna mempercepat sinergitas antar instansi pemerintah didaerah masing msaing dan bergotong Royong dalam melaksanakan percepatan penanggulangan COVID-19.

Diharapkan dengan adanya kontribusi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini dapat membantu masyarakat, terutama masyarakat di daerah untuk secara bersama-sama menanggulangi COVID-19. (YH/DZI/DH/FH/NH)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan