Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orbán, melakukan kunjungan resmi pertama ke Indonesia pada tanggal 31 Januari-3 Februari 2016 yang lalu. Kunjungan ini merupakan kunjungan tunggal PM Viktor Orbán ke luar negeri yang diikuti hampir separuh anggota kabinet dan disertai 50 pengusaha dari Hongaria. Menurut Presiden Joko Widodo, hal ini menunjukkan komitmen Hongaria yang kuat untuk terus memperkokoh hubungan kerja sama dengan Indonesia.

Pada kesempatan ini, kedua negara juga menandatangani dua buah naskah nota kesepahaman, antara lain: (i) Memorandum of Understanding on Fisheries and Aquaculture Cooperation, yang ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, dan Menteri Pertanian Hongaria, Sándor Fazekas; serta (ii) Memorandum on Higher Education Exchange Program for the years 2016, 2017 and 2018, yang ditandatangani oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Mohamad Nasir, dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria, Pèter Szijjártó. Penandatanganan naskah nota kesepahaman ini berlangsung di Istana Negara Jakarta hari Senin (1/2/2016) dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan PM Viktor Orbán.

Dengan ditandatangani Memorandum on Higher Education Exchange Program, mahasiswa Indonesia mempunyai kesempatan untuk melanjutkan studi di Hungaria dengan total beasiswa untuk program Master dan Doktor sebanyak 50 beasiswa. Sedangkan, mahasiswa Hungaria maupun tenaga pengajar Hungaria mempunyai kesempatan untuk menempuh studi Bahasa Indonesia pada universitas-universitas di Indonesia.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal prioritas yang dibahas pada pertemuan bilateral dan akan segera dilakukan kerjasama. Hal yang menjadi prioritas tersebut antara lain terkait dengan water management, renewable energy, digital economy, IT system dan agriculture. Presiden berharap bahwa dari pertemuan ini nantinya kerjasama antara kedua negara akan lebih baik. (wsn/kskpristekdikti)

image1 (1) image1 (14) image2 image4