Produksi mangga Indonesia saat ini sudah menduduki nomor empat di dunia.  Data 2015 menunjukkan bahwa mangga Indonesia jumlah produksinya mencapai  2,4 juta ton, setara dengan 5% dari produksi dunia. 

Melihat hal ini BPPT berupaya menghadirkan teknologi pasca panen untuk meningkatkan nilai tambah dari buah mangga tersebut. Dikatakan Kepala BPPT Unggul Priyanto dalam acara panen mangga di Situbondo, Jawa Timur, bahwa pihaknya melakukan rekayasa teknologi coating buah, untuk memperpanjang masa kesegaran buah. 

“Teknologi ini telah berhasil diterapkan pada tanaman mangga. Bisa tahan dan aman dikonsumsi hingga empat minggu,” katanya kepada awak media yang juga hadir pada panen mangga di Kebun PT Trigatra Rajasa, Situbondo, Jatim, (7/11).

Lebih lanjut Unggul juga menyebut bahwa, mangga Indonesia posisinya nomor empat di dunia, setelah India, China dan Thailand. Potensi inipun masih sangat besar untuk bisa dikembangkan. Meningkatnya jumlah produksi diungkapnya, tentu membutuhkan teknologi pasca panen yang mumpuni.

“Mangga Indonesia pun sudah diekspor ke negara-negara lain. Sayangnya masih ada kendala dalam ekspor yakni kontinuitas produksi,” ujarnya.

Mensiasati hal inipun Unggul menguraikan,  dengan rekayasa coating buah ini, maka saat permintaan ekspor meningkat, petani tetap bisa memenuhinya, walau belum waktunya musim mangga.

“Rekayasa teknologi coating buah mangga ini hadir sebagai solusi, dalam rangka menjaga kontinuitas ekspor mangga Indonesia, ke negara lain,” paparnya.

Kepala BPPT dalam kesempatan ini lantas menghimbau pentingnya keseriusan dan kerjasama semua pihak, untuk menjaga kontinuitas produksi buah lainnya. Unggul pun yakin bahwa dengan menerapkan teknologi coating ini dapat juga diterapkan untuk menjaga kesegaran buah lainnya, yang juga berpotensi sebagai produk ekspor Indonesia.

“Potensi penerapan teknologi coating ini masih sangat besar, asal ada komitmen untuk diaplikasikan secara massal pada buah lainnya, yang menjadi komoditi ekspor, maupun konsumsi lokal. Butuh kerja sama dan sinergi semua pihak,”  harapnya.

Coating Buah,  Tahan 4 Minggu

Di tempat yang sama, Direktur PT Trigatra Rajasa, Sudarsono, menuturkan bahwa pihaknya bangga dapat menjadi mitra industri BPPT. Penerapan teknologi coating buah mangga ini dikatakannya, dapat mendukung peningkatan kinerja perusahaan.

“Dengan teknik coating ini kami berupaya untuk m dapat mengendalikan jatuhnya harga mangga di saat masa puncak, serta membantu mengatasi kendala teknologi dalam rangka memperluas pasar mangga baik di dalam maupun luar negeri,” tutupnya.

Merinci teknologi coating ini, Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Eniya L. Dewi juga menguraikan bahwa Mangga merupakan salah satu jenis buah populer yang memiliki nilai komersial tinggi untuk konsumsi domestik maupun ekspor dengan tingkat pertumbuhan konsumsi mencapai sekitar 11% per tahun.

Pulau Jawa imbuhnya, merupakan pemasok utama, dimana propinsi Jawa Timur memberi kontribusi 34% dengan varietas komersial seperti Arum Manis dan Gedong Gincu. Disorot Eniya juga, nilai ekspor mangga Indonesia baru sebesar 2, 2 juta USD atau hanya sekitar 0,1% nilai ekspor dunia senilai 2,1 milyar USD.

“Hal ini dikarenakan kurang baiknya penanganan pasca panen mangga mulai dari penentuan waktu panen hingga pengangkutan atau distribusi yang mengakibatkan tingginya losses akibat kerusakan pada buah tersebut,” terangnya usai panen mangga.

Ditambahkan Eniya, buah mangga termasuk golongan buah klimaterik yang memiliki masa kesegaran buah yang pendek setelah dipanen, sehingga penanganan pasca panen yang baik dapat memperpanjang daya simpan dan mutu buah segar dalam waktu yang cukup lama.

Untuk itu lanjutnya, BPPT bekerjasama dengan PT. Trigatra Rajasa bekerjasama dalam menerapkan teknologi pasca panen guna memperpanjang masa kesegaran, masa pengiriman dan masa edar buah mangga. Di klaim oleh Eniya juga bahwa dari lab BPPT, teknologi coating ini mampu membuat mangga tetap segar dan dapat dikonsumsi hingga empat minggu.

“BPPT saat ini melakukan verifikasi lapangan hasil uji di laboratorium, meliputi pengaruh perlakuan pre-cooling, desinfestasi, penyimpanan dingin, dan coating terhadap penampakan fisik (penampakan, kekerasan, susut bobot) dan  fisiologi (laju respirasi dan transpirasi, tingkat kemanisan), dan didapatkan hasil kesegaran buah mangga dapat bertahan hingga 4 minggu, dibandingkan dengan kontrol (tanpe perlakuan) yang hanya bertahan 7 hari,” pungkasnya. (Humas/HMP)