Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menjadi arsiparis terbaik se-Indonesia. Dengan membuat produk inovatif berupa pelestarian memori organisasi berbasis teknologi, Agus Santoso, S.Sos, M.Med.Kom, mampu meraih juara pertama tenaga pendidikan berprestasi kategori arsiparis, Jakarta, Senin, (30/10).

Sinergi dan kerja sama tim, itulah kunci utama kesuksesan Agus sebagai arsiparis di ITS. Usaha kerasnya sebagai ketua tim pembentukan arsip ITS berbuah manis. Dari 162 tenaga pendidikan di seluruh Indonesia, Agus berhasil menjadi juara pertama dan membawa pulang Rp 30 juta. “Tidak hanya dosen, tenaga pendidikan seperti arsiparis ini juga penting,” ucapnya sambil tersenyum.

Pria berkulit putih ini menjelaskan apabila bekerja dibidang kearsipan tidak melulu berkecimpung dengan tumpukan kertas setiap hari. Ia mengatur setiap memori profil ITS melalui media berbasis teknologi. Dengan produk inovatifnya ini, penyimpanan arsip menjadi lebih rapi dan mudah dicari.

Penghargaan ini bukan kali pertama bagi Agus. Sebelumnya, ia telah memperoleh penghargaan di bidang lain. Menjadi profesional di bidang kearsipan, Agus tidak ingin menikmati ilmunya sendiri. Sudah berulang kali, ia diundang untuk berbagi ilmu mengenai tata kelola arsip. Gerakan Sadar Arsip, itulah mimpi Agus yang ingin ia wujudkan.

Agus mengaku bersyukur atas prestasi dan profesinya sebagai seorang arsiparis. Ia mengatakan, bahwa profesinya ini adalah pekerjaan rumit tetapi penting dalam sebuah organisasi. “Saya bersyukur diberi amanah menjaga aset penting milik ITS. Sebuah organisasi pendidikan ternama di Indonesia, aset ITS adalah aset penting bangsa ini,” ujar Agus.

“Organisasi yang maju adalah organisasi yang mampu menjaga informasi baik dalam bentuk arsip, dokumentasi, perpustakaan, dan sumber pengetahuan lain mengenai organisasi tersebut. ,” tuturnya. “Organisasi yang handal adalah organisasi yang mampu mengondisikan arsip agar mudah diakses baik digital maupun konvensional” tambahnya kemudian.

Penghargaan ini adalah kali pertama dalam sejarah tenaga kearsipan ITS. Agus berharap, apa yang ia raih saat ini mampu menjadi motivasi kepada tenaga kependidikan lainnya agar terus berinovasi, kreatif, dan berprestasi. (Humas/ www.its.ac.id)