Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyerahkan Surat Keputusan (SK) Program Studi Kedokteran kepada 8 Perguruan Tinggi (PT) di Gedung Kemristekdikti, Selasa, 29 Maret 2016. PT tersebut adalah Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Bossowa Makassar, dan Universitas Khairun Ternate.

Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Kemristekdikti menerapkan sistem pelayanan perizinan pendirian prodi yang dipersingkat, yang sebelumnya memakan waktu minimal 2 tahun dapat diminimalisir prosesnya hingga hanya membutuhkan waktu 1 tahun. 8 SK ini diberikan dari total 36 pengajuan yang masuk per tahun 2015 lalu, tahun ini Kemristekdikti tidak membuka pengajuan baru untuk prodi kedokteran. Kemristekdikti menargetkan untuk melakukan pembinaan terhadap prodi kedokteran di tahun 2016 ini. Walaupun dipersingkat, Kemristekdikti tetap memberlakukan quality control dengan ketat.

Dalam sambutannya, Menristekdikti mengungkapkan harapannya semoga 8 PT yang menerima SK tersebut dapat menjalankan amanat dengan baik demi anak bangsa. “Pendidikan dokter ini betul-betul harus kita jaga kualitasnya. Harus kita jaga mutunya, jangan sampai hanya dijadikan sarana untuk memperoleh pendapatan yang tinggi. Baik itu Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta,” pesan Menteri Nasir.

Nasir juga menyoroti kepada 8 PT agar menjadi contoh yang baik bagi PT yang sekiranya akan mengembangkan pendidikan kedokteran dan dapat menjadi titik awal untuk pengembangan dunia kedokteran dan kesehatan di masa yang akan datang. “Inilah titik awal keikutsertaan 8 PT tersebut dalam mengembangkan pendidikan kedokteran di Indonesia. Bersama kita jaga dan tingkatkan mutu pendidikan dokter di Indonesia,” tambahnya saat menutup sambutannya. (flh/bkkp)

Galeri