Kampus Merdeka Picu Peningkatan Inovasi Perguruan Tinggi

Padang – Ekonomi ke depan harus dimulai dengan ekonomi yang berbasiskan inovasi. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi sangat penting untuk menjadi tulang punggung bagi penemuan inovasi secara nasional. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, pada Kuliah Umum Riset dan Inovasi yang diselenggarakan Universitas Andalas (Unand), Jumat (9/10).

Nizam menjelaskan bahwa indikator kinerja utama perguruan tinggi berfokus pada 8 (delapan) indikator yang beresensi membawa potensi perguruan tinggi termasuk sumber dayanya untuk berinteraksi secara intens dengan dunia industri dan dunia kerja, dengan mengundang industri masuk ke perguruan tinggi, begitu pula sebaliknya.

Agar terciptanya pentahelix, maka dibutuhkan sinergi antar kementerian, perguruan tinggi, dunia kerja, industri, masyarakat, termasuk dengan lembaga pendanaan melalui platform yang didesain. Meskipun Kampus Merdeka difokuskan kepada mahasiswa, lanjut Nizam, tetapi esensinya mendorong Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu menciptakan link and match. Selain itu, inovasi dan teknologi kembali pada sumber daya manusia itu sendiri maka dari itu Kampus Merdeka berfokus membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Kreativitas mahasiswa dan dosen yang terbuka secara luas dengan adanya program Kampus Merdeka memicu inovasi itu bisa cepat dilakukan,” ujar Nizam.

Pada kesempatan tersebut, Nizam menyampaikan apresiasi kepada Universitas Andalas karena telah yang secara konsisten melakukan kajian terhadap gambir dan terus mengembangkan kajian tersebut. Sehingga pada hari ini telah diresmikan Science Techno Park (STP), Pusat Technology Transfer Office, Pusat Teaching Industry Gambir, serta Pusat Produksi Inovasi Hasil Riset Universitas Andalas.

Nizam juga mengapresiasi langkah-langkah Unand dalam mengatasi Covid-19, dimana Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sangat luar biasa dalam melakukan test Polymerase Chain Reaction (PCR) secara nasional. Selain itu juga memecahkan banyak rekor-rekor dalam pengambilan sample test dan menjadi contoh bagi masyarakat lain.

“Hal tersebut menjadi bukti jika kita bersungguh-sungguh dan konsisten banyak yang bisa dilakukan oleh perguruan tinggi,” pungkasnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Nizam, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang juga hadir sebagai pembicara, turut mengapresiasi Universitas Andalas dalam pengembangan hasil riset yang sudah menuju hilirisasi. Hal tersebut menurutnya akan mempertemukan Universitas Andalas dengan dunia industri dan dunia usaha. (YH/DZI/FH/DH/NH/MFS/VAL/YJ/ITR)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan