Laptop Merah Putih di pameran Hakteknas ke-27, Solusi Digital untuk Pendidikan

Jakarta-Indonesia boleh berbangga, karena Laptop Merah Putih buatan dalam negeri telah menjadi solusi digital untuk pendidikan dan didistribusikan ke berbagai kampus di pelosok Indonesia.

Laptop Merah Putih yang digarap secara konsorsium dengan beberapa kampus memiliki berbagai keunggulan, antara lain kapasitas internalnya yang mumpuni. Dosen Teknik Elektro Institut Sepuluh Nopember (ITS) Ahmad Affandi memperkenalkan produk ini dalam Pameran Hakteknas, Rabu (10/8).

Produksi ini meningkatkan Tingkat Kemampuan Dalam Negeri (TKDN) sebagai proyek strategis yang didanai oleh negara. Menurut Ahmad, mayoritas perguruan tinggi belum memiliki pengalaman menghitung TKDN dan proses elektronika. Perguruan tinggi baru terbiasa merealisasikan produksi dengan jumlah yang terbatas. Harapannya ke depan, laptop ini dapat diproduksi massal.

“Jika ingin produk ini dapat berkompetisi dengan baik, maka harus bersedia memproduksi dengan jumlah yang jutaan,” ujar Ahmad.

Baca Juga :  Dosen ITS Ciptakan Peta Persebaran Covid-19 di Jawa Timur

Penelitian ini dimulai dari laptop dan tablet merah putih. Hal yang cukup penting untuk dipertimbangkan adalah spesifikasi laptop, subkomponen, desain dan menyiapkan rancangan.

“Laptop ini juga mempertimbangkan produksi dan kita harus mengikuti alur industri bagaimana laptop ini dibuat. Ada sertifikasi untuk mobile service, Integrated Marketing Communication (IMC), dan sertifikasi TKDN,” lanjut Ahmad.

Dalam konsorsium Laptop Merah Putih, ITS memilih membuat peralatan elektronik, karena jumlah kebutuhan akan hal tersebut cukup banyak. Harapannya apabila ada pendanaan di kemudian hari, akan meningkatkan TKDN Laptop Merah Putih.

Dalam pembuatan laptop ini juga turut serta sepuluh peserta Magang dan Student Independent Bersertifikat (MSIB) dari lina kampus yaitu ITS, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom University. Mahasiswa yang tergabung difasilitasi training dari industri agar memiliki pengalaman yang dapat berguna di kemudian hari.

Baca Juga :  IISMA Kembali Memberangkatkan 9 Mahasiswa ke University of Groningen, Belanda

Diharapkan laptop ini tidak hanya berhenti disatu penelitian saja, sehingga tercipta produk yang kolaboratif dengan industri, hingga mendapat lisensi.

“Institut Teknologi Sepuluh Nopember sudah menunjukkan bahwa perguruan tinggi itu mampu menjalani proyek, untuk masalah programming sudah mampu karena sudah pernah belajar kurang lebih dalam satu tahun. Kegiatan ini sudah mendapatkan sertifikasi serta untuk mengembangkan proyek ini tergantung bagaimana mengkoordinasikannya dengan pemerintah, bisnis dan pendidikan agar cycle ini tetap berjalan,” pungkas Ahmad.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
1869 Views