FP UB Menjadi Center of Excellence Merdeka Belajar- Kampus Merdeka

Sejak diluncurkan secara resmi pada 18 Februari 2021, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya terus mendapatkan dukungan dari program bantuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum MBKM untuk Program Studi Agribisnis yang dirilis pada tahun 2020 berkembang menjadi Program Bantuan Center of Excellence (CoE) MBKM, dan menjadikan Prodi Agribisnis, FP UB sebagai CoE program MBKM di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut keberhasilan ini, pada Selasa dan Rabu (8-9/6/2021), UB mengadakan Sosialisasi Best Practice MBKM secara daring kepada insan dikti Indonesia. Tercatat 735 insan dikti yang terdiri dari 63 persen pejabat setingkat wakil rektor, wakil dekan, ketua jurusan, ketua PS, ketua jaminan mutu, tim kurikulum, ketua laboratorium, ketua lembaga sertifaksi profesi, serta 37 persen dosen.

Sosialisasi Best Practice Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Sosialisasi ini, menurut Ketua Jurusan Sosial Ekonomi, FP UB, Hery Toiba, S.P., M.P., Ph.D diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi insan dikti di Indonesia, supaya di semester mendatang sudah dapat melaksanakan MBKM secara serentak. Selain itu, lulusan perguruan tinggi dapat merasakan manfaat MBKM dalam kesiapannya di dunia kerja atau industri.

Baca Juga :  Departemen TIN IPB University Urai Tentang Agroindustri di Depan Siswa SMA

“Keberhasilan capaian luaran hibah pertama dapat mengantarkan PS Agribisnis untuk implementasi program MBKM pada semester genap 2020/2021,” ujarnya. “Undangan ini memang kami tujukan untuk para pejabat di lingkungan universitas, fakultas jurusan dan PS, dikarenakan implementasi MBKM tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dari pemegang kebijakan,” kata Hery.

“Metode advokasi yang akan kami adakan adalah dua macam yaitu sosialisasi dan pendampingan, secara luring dan daring, mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Sosialisasi dilakukan 2 hari ini dan pendampingan kepada PS yang mendaftar seperti Unpad, Universitas Borneo Tarakan, UNS, UPN, UB, Universitas Tulungagung dan Universitas Yudharta akan dilakukan minggu depan secara luring,” jelas dosen 49 tahun tersebut.

Baca Juga :  Fenomena Keletihan Sosial di Era Pandemi: Mencari Solusi Lewat Penguatan Komunitas

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dr. Ir. Agustina Shinta HW, M.P Ketua Program Studi Agribisnis dan Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Sujarwo, S.P., M.P, dan beberapa dosen FP lainnya. Menurut Agustin, proses penyusunan kurikulum Prodi yang berorientasi MBKM tidak ubahnya seperti kurikulum umumnya. “Kita tetap pada acuan kebijakan Kementerian, KKNI, visi misi, dan lainnya. MBKM memberi kesempatan pada dosen dan mahasiswa lebih fleksibel dengan metode pembelajaran di dalam atau di luar kampus. MBKM juga menyiapkan mahasiswa untuk berpikir kritis menghadapi dunia luar” imbuh Agustin.

Screenshot_20210608-155257_YouTube-1-480x270
Dr. Ir. Agustina Shinta HW, M.P Ketua Program Studi Agribisni, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Rektor berharap dapat saling berbagi informasi, dan dapat meningkatkan jejaring untuk peningkatan prestasi. “Saya berharap dapat bertukar informasi antar perguruan tinggi, saling membantu dan bertukar pengalaman baik masing-masing”, pungkasnya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
510 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x