Mahasiswa IPB University Kaji Implementasi Logistik Halal di Indonesia dan Malaysia

Bagi ummat muslim, makanan halal memiliki peranan penting terutama dalam pemenuhan kebutuhan makanan, dari skala individu hingga skala industri. Hal ini mendorong Halal Science Center(HSC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University untuk mengadakan kajian yang membahas seputar penjaminan halal dan implementasi logistik halal di Indonesia dan Malaysia secara daring, 2/4.

Dalam pemaparannya Dr Mulyorini Rahayuningsih, Senior Researcher HSC dan Dosen IPB University dari Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) menyampaikan tentang “Introduction to Halal and Halal Assurance System”.

“Ada hal yang perlu diperbaiki dari persepsi masyarakat kita tentang halal. Persepsi bahwa kalau tidak ada babi maka oke saja. Ada juga persepsi apabila ada babi maka itu akan menjadi persoalan besar. Sebenarnya tidak hanya babi yang menyebabkan tidak halal. Ini yang ada di masyarakat kita dan menjadi challenge bagi kita untuk teman-teman di ilmu sosial untuk bisa membuat suatu kajian dan kira-kira mencari solusinya seperti apa,” terangnya.

Baca Juga :  Bantu Masyarakat Putus Rantai Penyebaran COVID-19, Universitas Pertamina Bagikan Hand Sanitizer kepada Warga Kelurahan Grogol Selatan

Pada awalnya HSC memiliki komposisi bidang dari Departemen Kimia, Ilmu dan Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, yang ini masih pada cakupan teknis. Sedangkan pada kebijakan (policy) dan sistem manajemen, membutuhkan keikutsertaan dari bidang social science dan humaniora dalam mendukung penelitian HSC.

Sementara itu, pada kesempatan ini, Fitriatul Malaikha, Mahasiswa Program Studi Ilmu Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, memaparkan penelitiannya yang berjudul “Creating Strategies for Implementing Halal Logistic in Indonesia and Malaysia”.

Dalam kesimpulan Fitriatul mengungkapkan, “Pola atau gaya hidup halal ini tidak hanya di negara-negara muslim, tapi juga di beberapa wilayah. Terdapat prospek industri produk halal yang sangat terbuka dan meningkat. Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang bersaing di pasar halal dan terdapat perbedaan standar di antara kedua negara tersebut”.

Baca Juga :  Penyatuan Data Identitas, Unsyiah Kerja Sama dengan Dukcapil Kemendagri

Menurutnya ada empat strategi dalam implementasi logistik halal di Indonesia dan Malaysia. Yakni promosi, pengembangan penelitian, harmonisasi standar halal dan pengembangan sistem pengawasan dan sertifikasi teknologi informasi.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
62 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x