Pakar IPB University Urai Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen dalam Implementasi Cinta Produk Lokal

“Dalam menentukan pasar, konsumen lah yang menentukan. Ada dua konsumen yang menjadi target utama. Yakni konsumen individu (konsumen akhir) dan konsumen organisasi (konsumen perusahaan). Dari berbagai perbedaan perilaku konsumen, masih lebih banyak persamaan karakter dari konsumen. Sebagai contoh perempuan ingin cantik, membeli produk dan aksesoris yang sama, jadi tujuan dan targetnya masih sama. Jadi ada peluang untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengetahui karakter konsumen untuk meningkatkan konsumen yang cinta produk Indonesia,” ujar Prof Ujang Sumarwan, Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (Fema).
Dalam Forum Diskusi Denpasar 12 dengan tema “Manifestasi Cinta Produk Dalam Negeri dalam Strategi Pemulihan Ekonomi” yang diinisiasi oleh Lestari Moerdijat, SS, MM selaku Wakil Ketua MPR RI 2019-2024, (17/3), Prof Ujang menambahkan bahwa konsumen di satu sisi sangat complicated namun juga sederhana dalam pengambilan keputusan.

Ini karena adanya faktor strategi pemasaran yang mempengaruhi. Menurutnya dalam memasifkan cinta produk lokal tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.
“Jika tergantung sepenuhnya, akan menimbulkan sisi negatif dari para konsumen. Salah satunya ialah konsumen menjadi tidak mandiri. Namun peran pemerintah dalam hal ini juga sangat diperlukan untuk memicu dan mengontrol kegiatan konsumen. Cinta produk lokal harus bisa membangun value agar tumbuh kecintaan dari para konsumen terhadap produk lokal. Perlu nasionalisme, karena jika sudah tumbuh rasa cinta terhadap negara sendiri, maka kecintaan terhadap suatu produk pun akan mudah diterapkan dalam individu,” imbuhnya.

Baca Juga :  LPPM IPB University Menyiapkan Masa Depan Kemajuan Desa

Menurutnya, produk asing, nasionalisme dan globalisasi adalah tiga hal yang saling bersaing. Pemerintah harus menjaga keseimbangan apalagi dalam konteks bilateral suatu negara.
“Kita bisa belajar dari Negara Jepang yang konsumennya dididik menjadi kritis. Perusahaan lokal pun mempertimbangkan kualitas dan harga sehingga terbentuklah produk-produk yang sesuai dengan keinginan dari para konsumen. Agar perusahaan terdorong untuk maju, mulailah untuk mendidik konsumen dengan baik, hal tersebut dapat memicu perusahan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk-produk yang dihasilkan,” ujar Prof Ujang dengan tegas.

Selain Prof Ujang, diskusi kali ini juga dihadiri oleh Dr Rachmat Gobel selaku Wakil Ketua DPR RI 2019-2024, Dr (HC) Drs Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan RI 2016-2019, Rambu Chiko selaku Penenun dari Sumatera Barat, Maggie Calista selaku Jurnalis dan News Anchor CNN Indonesia, Muhammad Erfan Apriyanto, CSSBB selaku founder Indonesia 2030 dan UN Development Specialist dan dimoderatori Luthfi Assyaukanie, Ph.D selaku Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI.

Baca Juga :  Grobak, Kreativitas Mahasiswa ITS dalam Tuntaskan Food Waste di Indonesia

Dalam kesempatan ini, Dr Rachmat menyampaikan tiga hal yang perlu diketahui tentang Cinta Produk Lokal dan Nasional adalah pertama perlunya peran pemerintah dalam membuat regulasi terkait dengan konsumen, kedua isu dalam kampanye produk dalam negeri itu bukan hal yang baru. Dan ketiga ekspansi pasar dalam usaha pelaku asing, karena potensi pasar banyak berasal dari Indonesia.

Dr (HC) Drs Enggartiasto Lukita menyampaikan bagaimana ekonomi Jepang, Korea dan China bisa berkembang bermula dari kebanggaan yang diciptakan, karena menurutnya pasar tak memiliki ideologi jadi harus punya inisiatif.

“Perizinan UMKM yang sulit didapatkan menghambat UMKM untuk berkembang, dari situlah kecintaan produk lokal susah untuk menjadi pilihan utama para konsumen. Seharusnya ada bantuan dan edukasi untuk produk-produk yang diminati oleh banyak orang. Cinta produk tak hanya cinta produk tapi ya bisa meningkatkan rasa nasionalisme, membangun kecintaan kepada negara sendiri, dan membangun value nasionalisme di dalam era globalisasi, perlu adanya peran pemerintah,” tuturnya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
137 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x