Ditjen Dikti Dukung Perguruan Tinggi dalam Pencegahan dan Penanganan Covid-19

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung penuh Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Fakultas Kedokteran (FK) Perguruan Tinggi Indonesia dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid 19. Plt. Dirjen Dikti Nizam mengatakan Kemdikbud telah merealokasi anggaran hingga 405 milyar Rupiah untuk memperkuat RSP dan FK PTN dan PTS. Melalui program tersebut, kemampuan tes PCR (polymerase chain reaction) untuk COVID-19 secara nasional diharapkan bertambah hingga dapat memenuhi target Presiden sebesar 15.000 sampel perhari secara nasional.

Nizam mengapresiasi salah satu perguruan tinggi yang aktif melalukan pemeriksaan sampel Covid-19 yaitu Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang memiliki kapasitas 3000 sampel per hari dan sejauh ini telah memeriksa sebanyak 33.000 lebih spesimen Covid-19. Nizam mengatakan FK Unand merupakan salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan reagen test sample dan APD dari Ditjen Dikti Kemdikbud.

“Upaya pencegahan melalui tes PCR sangat penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Masyarakat harus mulai adaptasi kebiasaan baru agar dapat menekan penyebaran Covid-19. Kami mengapresiasi FK Universitas Andalas yang telah melakukan pemeriksaan Covid-19, tidak hanya kepada mahasiswa namun juga masyarakat umum. Lab Unand juga telah membantu pemeriksaan calon santri Ponpes Gontor asal Sumbar, hal ini sangat membantu,” ujar Nizam di Jakarta (15/6).

Nizam menambahkan selama pandemi Covid-19 produktivitas pada lini kedokteran dan kesehatan di perguruan tinggi meningkat pesat mulai dari publikasi ilmiah, pembelajaran, inovasi hingga pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi Indonesia telah menghasilkan berbagai produk kesehatan untuk memerangi Covid -19 seperti test kit, obat, UV sterilisasi, robot ners, dan produk kesehatan lainnya. Salah satu produk kesehatan terbaru yang dihasilkan perguruan tinggi adalah kombinasi obat Covid-19 hasil inovasi Universitas Airlangga yang berasal dari lima regimen obat dan dinilai dapat membunuh perkembangan virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na’im mengatakan prinsip gotong royong sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di perguruan tinggi. Pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media memiliki peran masing-masing agar Indonesia berhasil melalui pandemi Covid-19 dengan baik. Kemdikbud telah menyalurkan bantuan PCR dan APD kepada berbagai RS Perguruan Tinggi di Indonesia.

“Dengan bantuan ini, mudah-mudahan apa yang kita lakukan efektif mencegah Virus COVID-19, membantu masyarakat, menjaga, bahkan meningkatkan layanan Tridarma Perguruan Tinggi kita,” ungkapnya.

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Please follow and like us:
37

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *