Unesa.ac.id-Surabaya, Tim dosen dari Fakultas Teknik (FT) Unesa yang terdiri dari, Dr. Lilik Anifah, S.T, M.T, Puput Wanarti Rusimamto, S.T, M.T, Dr. Nurhayati, S.T, M.T, Subuh Isnu Haryudi, S.T, M.T, dan Dr. Warju, S.Pd, S.T, M.T, merancang bangun alat pengukur suhu tubuh dan denyut jantung pasien yang berbasis internet of things (IoT). Proyek yang dikerjakan ini merupakan bagian dari penugasan kebijakan strategis Unesa dalam percepatan penanganan covid-19.

Proyek ini dilatarbelakangi penularan covid-19 yang bisa terjadi melalui doplet dan kontak langsung (bersentuhan) dengan pasien covid-19. Sementara tenaga medis tidak mungkin menghindari kontak langsung dengan pasien karena harus melakukan monitor suhu tubuh dan detak jantung. Oleh karena itu, alat ini dirancang untuk meminimalisasi kontak langsung tenaga medis dengan pasien covid-19. Selain untuk membantu meminimalisasi kontak pasien dengan tenaga medis saat melakukan monitor kondisi pasien, alat ini juga diharapkan bisa mengembangkan teknologi e-health.

Lilik Anifah, saat dikonfimasi melalui whatsapp mengungkapkan, desain dari penelitian ini adalah sensor suhu dan detak jantung yang dihubungkan dengan arduino, kemudian dihubungkan dengan ESP 8266. Hasil pengukuran sensor akan dikirim ke server melalui internet. Sementara itu, user (tenaga medis) bisa mengakses data yang dikirimkan dengan mengakses server melalui laptop ataupun gadget mereka.

“Dengan sistem yang diusulkan ini maka diharapkan tenaga medis meminimalkan kontak dengan pasien tetapi tetap memonitor kondisi pasien,” ungkap Lilik Anifah.

Lilik menjelaskan, proses pengerjaan proyek ini membutuhan waktu sekitar dua bulan. Kendala yang dihadapi terletak pada sinkronisasi antara hardware, software, dan komunikasi data ke server. Namun, setelah proses pengerjaan, kendala tersebut akhirnya dapat terpecahkan. “Alhamdulillah kendala tersebut dapat terpecahkan, termasuk integrasi sistem, sehingga sistem berjalan dengan baik,” ujar Lilik Anifah.

Alat pengukur suhu tubuh dan denyut jantung pasien yang berbasis internet of things (IoT) ini, terang Lilik, masih akan diujicobakan di beberapa rumah sakit. Jika mendapatkan respon baik, alat ini akan diimplementasikan di rumah sakit untuk membantu meminimalisasi kontak tenaga medis dengan pasien covid-19. (ay)