Sabtu (30/9), LAPAN menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis operasi satelit amatir di Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat), Rancabungur, Bogor. Acara yang akan berlangsung sampai tanggal 1 Oktober tersebut dihadiri oleh Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, jajaran pejabat Pusteksat, serta perwakilan tamu undangan seperti dari ORARI (mitra LAPAN dalam pengembangan satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI), ORARI Pusat, ORARI Orda JABAR, ORARI lokal Bogor, Presiden AMSAT-ID, Kementerian Kominfo, MURI, serta pejabat daerah setempat.

<!–[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]–> Dalam sambutannya, Kepala LAPAN mengatakan, “LAPAN-A2/LAPAN-ORARI adalah seri eksperimen kedua setelah sebelumnya kita membuat Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSat yang merupakan awal terobosan LAPAN menguasai teknologi satelit.” :Satelit generasi kedua ini mempunyai tiga misi. Misi pertama yaitu mitigasi bencana dengan radio amatir, misi kedua yaitu pemantauan kapal dan AIS (Automatic Identification System), dan misi ketiga pemotretan (Digital Space Imaging)” lanjutnya. Ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat terus memberikan manfaat, motivasi, dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia khususnya generasi muda yang nantinya bisa menguasai teknologi satelit.

Kegiatan bimtek diisi oleh peneliti dari Pusteksat LAPAN beserta nara sumber dari ORARI yang membahas  teknologi satelit, teknologi ground station, operasi satelit & voice repeater, pengenalan ORARI & AMSAT ID, pengenalan APRS, serta pengembangan ground station amatir. Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi setiap fasilitas dan operasi kendali satelit yang ada di Pusteksat LAPAN. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari masyarakat dilihat dari antusiasme jumlah peserta yang mendaftar. Total kurang lebih ada 83 peserta bimtek yang mendaftar dari berbagai kalangan masyarakat seperti siswa, mahasiswa, maupun umum.

Pada pembukaan acara tersebut juga diadakan serah terima piagam penghargaan MURI kepada Puteksat atas rekor kategori “Kontes Komunikasi Amatir Radio Ekuatorial Pertama melalui Satelit”. Serah terima piagam diberikan secara langsung oleh perwakilan MURI kepada Kepala LAPAN didampingi jajaran pejabat Pusteksat.

Sebelumnya pada tanggal 22-24 september 2017, LAPAN telah menyelenggarakan kegiatan Kompetisi Tracking Satelit (KOMTRAS) LAPAN-A/IO-86 dan kontes Video Tracking. KOMTRAS menjadi kompetisi komunikasi/tracking melalui satelit equatorial radio amatir yang pertama di dunia. Wahyudi Hasbi, selaku satellite chief engineer sekaligus wakil ketua panitia acara tersebut mengatakan “Kompetisi sejenis KOMTRAS untuk satelit ekuatorial belum pernah dilakukan sebelumnya di seluruh dunia”. Secara teknis, ia menjelaskan bahwa peserta KOMTRAS harus dapat berkomunikasi sejauh mungkin menggunakan HT (Handy Talky) dengan memanfaatkan fasilitas Voice Repeater (VR) yang dimiliki satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI.

Perhitungan jangkauan jauh wilayah yang dicapai adalah dengan menggunakan grid pada peta. Semakin banyak grid yang dicakup, maka semakin tinggi nilainya. Selain itu, intensitas komunikasi juga menjadi poin penilaian lainnya. Sebagai bahan pelaporan, peserta harus mengirimkan logsheet data komunikasi yang dilakukan untuk divalidasi oleh panitia dengan datalogsheet yang tercatat pada ground station LAPAN. Selain KOMTRAS, peserta yang merekam aktivitas tracking tersebut dapat dijadikan video untuk didaftarkan pada Kontes Video Tracking. Kompetisi ini juga mendapatkan repon positif dari masyarakat dengan banyaknya jumlah peserta yang mendaftar. Mereka terdiri dari kalangan siswa, mahasiswa, maupun umum yang berasal dari Aceh sampai dengan Papua. Bahkan untuk Kontes Video Tracking, terdapat peserta dari luar negeri yaitu Brazil dan Malaysia.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperingati dua tahun usia satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI di orbit sejak peluncurannya pada tanggal 28 September 2015. Saat ini LAPAN telah meluncurkan tiga satelit eksperimen. Dua lainnya adalah Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSat yang diluncurkan 10 Januari 2007 dan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB pada 22 Juni 2016.

Selanjutnya LAPAN akan mengembangkan satelit eksperimen generasi berikutnya untuk seri “A” yaitu satelit LAPAN-A4 dan ditutup dengan satelit LAPAN-A5. Kemudian setelah satelit eksperimen, LAPAN akan mengembangkan satelit operasional ukuran mikro berbentuk konstelasi.