Ratusan mahasiswa Australia, mahasiswa internasional dan Indonesia, bersama-sama antusias mempromosikan budaya dan bahasa Indonesia pada Indonesian Global Café 2016 di kampus Australian National University, Canberra, pekan lalu. Pada acara promosi budaya yang dikemas dengan cara sangat unik ini, mahasiswa memperagakan puluhan pakaian daerah yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari promosi.

Tidak pelak lagi warna-warni dan keunikan pakaian daerah yang dikenakan ini menarik perhatian ratusan pengunjung yang memadati Melville Hall pada Jumat (5/3/2016). Di samping itu promosi ini dilengkapi dengan penayangan film wisata, penampilan gamelan mini yang menampilkan duo slentem, alat musik tradisional Sasando, serta aneka makanan khas dan jamu gendong.

Salah seorang mahasiswa bernama Sophie fasih berbahasa Indonesia dan penah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Indonesia, terlihat aktif mulai dari persiapan, pemilihan pakaian adat dan peragaan busana. Sophie menyatakan senang terlibat mempromosikan budaya Indonesia ini mengingat sudah lama dia tertarik pada budaya dan bahasa Indonesia yang dinilai sangat unik dan kaya.

Acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Persatuan Pelajar Indonesia Australia yang juga didukung oleh mahasiswa internasional Australian National University dan KBRI ini dinilai oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Ronny R. Noor sangat menarik dan berkesan. Atdikbud sangat terkesan dengan kerjasama mahasiswa Australia dan Indonesia yang sangat baik dalam mempromosikan budaya Indonesia. “Interaksi di tingkat akar rumput ini sangat berharga dalam meningkatkan people to people links antara pemuda Indonesia dan Australia.” kata Ronny Noor.

Kerjasama promosi budaya ini dapat menjadi jembatan untuk membangun pengertian yang lebih dalam terkait dengan hubungan antara Indonesia dan Australia. Dua asosiasi lainnya yang selama ini juga dinilai  berperan aktif  dalam membangun visi bersama di tingkat generasi muda kedua negara adalah Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) dan Australian Indonesia Youth Association (AIYA).

Ronny Noor juga mengatakan bahwa saat ini tren mahasiswa Indonesia yang melakukan studi ke Australia dan sebaliknya semakin meningkat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini. “Saat ini terdapat 19.300 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studinya di berbagai univeristas dan pendidikan vokasi di Australia.  Sementara itu jumlah mahasiswa Australia yang melakukan studi di Indonesia baik yang mengambil short-term maupun program internship juga semakin meningkat.” lanjut Ronny Noor.

Sebagai contoh, melalui dari satu program saja yaitu program New Colombo Plan dalam 2 tahun terakhir ini saja jumlah mahasiswa Australia yang melakukan studinya di Indonesia mencapai 2004 orang dengan jumlah sebesar itu Indonesia tercatat sebagai negara terfavorit sebagai tujuan studinya mahasiswa Australia.

Dengan potensi sebesar ini Atdikbud sangat optimis bahwa pengalaman, interaksi sosial dan budaya yang dimiliki baik oleh mahasiswa  Indonesia dan Australia dapat membangun jembatan pengertian yang lebih baik akan pentingnya hubungan baik kedua negara. (LSW/AustraliaPlus)