AMBON – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, meminta Politeknik Negeri Ambon untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) supaya lebih berkualitas.

“Mengelola politeknik ke depan tidak cukup mengelola dengan begitu saja, tapi ke depan harus dirancang strategi dan inovasi untuk mengelola sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas,” ujar┬áMenteri Nasir setelah melantik Djon Kafiane Elwarin sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) di Aula Gedung Rektorat Polnam, Sabtu (25/02).

Menteri Nasir juga mengungkapkan pentingnya peningkatan kualitas SDM saat ini dalam jumlah besar, karena di lokasi tersebut, rencananya akan dibangun industri petrokimia untuk pengelolaan gas alam di Blok Masela.

“Harapan saya adalah Politeknik Negeri Ambon mampu memenuhi kebutuhan SDM Blok Masela, karena kegiatan eksplorasi akan dilakukan tidak begitu lama lagi,” ucapnya.

Nilai investasi industri petrokimia berbasis gas tersebut mencapai USD 3,9 miliar, termasuk juga rencana berdirinya pabrik metanol dan turunannya. Proyek ini diharapkan mampu menyerap sekitar 39 ribu tenaga kerja langsung, dan sebanyak 370 ribu tenaga kerja tidak langsung.

Menteri Nasir mengatakan, agar kualitas SDM meningkat, salah satu upaya yang harus dilakukan Politeknik dilakukan adalah melaksanakan kombinasi program studi 30% akademik dan 70% kuliah praktik, agar setelah lulus, SDM Indonesia dapat langsung bekerja.

Selain itu, Menteri Nasir juga menugaskan Politeknik Negeri Ambon untuk memberikan pendidikan ke pulau-pulau di sekitar wilayah tersebut, guna mencerdaskan anak bangsa.

Pada kesempatan kunjungan kerja ke Ambon, Menteri Nasir juga memberikan ceramah dalam Seminar Tanwir Muhammadiyah yang diselenggarakan di Islamic Center Ambon.

Dirinya mengatakan bahwa “Kompetisi global saat ini memaksa kita untuk terus gencar mengembangkan ilmu-ilmu terbaru dan juga teknologi”. Hal ini diungkapkan dalam Ceramah Kebijakan Pendidikan Nasional Untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa Menuju Indonesia Berkemajuan, di Ambon.

Lebih lanjut, Menteri Nasir mengatakan bahwa sedikitnya ada sekitar 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, tapi hanya dua yang berhasil masuk ke peringkat “500 world class university”, yakni Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kedua perguruan tinggi negeri tersebut berhasil masuk dalam hitungan 500 universitas terbaik di dunia, dikarenakan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru hasil riset dan teknologi, yang merupakan terobosan-terobosan baru penelitian dan pengembangan dalam berbagai bidang ilmu

“Selanjutnya, Kemenristekdikti tetap akan terus mendorong perguruan tinggi yang telah terakrditasi A, untuk juga mampu melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru, sehingga dapat menembus ranking 500 World Class University tersebut,” ujar Nasir.

Dalam kontribusinya untuk pembangunan SDM Indonesia, M. Nasir sangat mengapresiasi langkah Muhammadiyah selama ini, atas kerja nyatanya untuk ikut memajukan bidang pendidikan tinggi di Indonesia, dengan rencana pembangunan universitas di Maluku, di Desa Wakal, Kabupaten Maluku Tengah.

“Kami sangat mendukung perhatian Muhammadiyah untuk mendirikan universitas di Maluku, khususnya di Pulau Ambon. Semoga langkah ini dapat memajukan daya saing Indonesia dalam pendidikan,” katanya.

Menteri Nasir juga mengatakan dalam upaya untuk pemberantasan ijasah palsu yang marak terjadi, Kemenristekdikti telah melaksanakan program Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Program ini diharapkan akan menekan tingginya penyebaran ijazah palsu di tanah air.

Galeri