SURAKARTA – Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak keanekaragaman. Salah satunya dibidang kesenian, mulai dari seni tari, seni rupa, seni musik, seni teater, dan kesenian lainnya. Kesenian tersebut tentunya memuat nilai-nilai kearifan lokal yang tak terbantahkan. Dalam menikmati sebuah kesenian kita bisa merefleksikan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, penghormatan, ketaatan, dan lain-lain.

 

Wayang menjadi salah satu budaya Indonesia yang menjadi sorotan dunia, untuk itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menghadiri peringatan hari Wayang Dunia Ke-III di ISI Surakarta, Rabu (09/11). Pada kesempatan itu, Menteri Nasir mengatakan perlunya tindakan dari pemuda pemudi bangsa untuk menjaga keutuhan seni budaya Indonesia agar kelak dapat menumbuhkan jati diri bangsa Indonesia.

 

“Saya katakan bahwa menjaga keutuhan seni budaya bukanlah suatu tindakan sentimentalitas, tapi merupakan tindakan manusia untuk menjaga integritas peradaban . Karena saya percaya bila kita terus melestarikan nilai seni budaya bangsa di era globalisasi ini, maka Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berjati diri, maju, dan mandiri,” tuturnya.

 

Menteri Nasir sangat mengapresiasi acara peringatan Hari Wayang Dunia ke-III yang diselenggarakan di ISI ini. Terlebih dalam penyambutannya, Nasir disambut dengan wayang yang di suguhkan diatas panggung membuatnya terkenang akan masa kecilnya yang gemar menonton wayang. Bagi Nasir, hal yang lebih penting dari peringatan Hari Wayang Dunia ke-III ini adalah bagaimana merelevansikan seni budaya wayang kedalam inovasi masa kini sehingga seni pewayangan lebih mudah dimengerti dan dapat disukai semua kalangan.

 

“Mungkin dari seni pewayangan ini, inovasi apa yang dapat diciptakan agar penonton lebih mudah mengerti sebab upaya dan tanggung jawab menjunjung dan melestarikan nilai seni budaya Indonesia, bukan hanya peran pemerintah dan seniman/ budayawan, tetapi juga masyarakat secara luas termasuk mahasiswa,” ujar Nasir.

 

Menteri Nasir juga berharap peringatan Hari Wayang Dunia ke-III dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa kebersamaan, agar mahasiswa dapat mengapresiasi perbedaan serta mencapai kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan asas Bhinneka Tunggal Ika. Adapun untuk ISI khususnya, bahwa ISI dapat menjadi rujukan seni budaya Indonesia bahkan dunia.

 

“Pesan saya, jadikan ISI Surakarta untuk Indonesia, ISI Surakarta untuk Dunia,” pungkasnya dengan semangat dan disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.(NF/TJS)

Galeri