Dalam menghadapi Asean Economic Community, sehingga diperlukan suatu upaya untuk memberikan tempat bagi para Insinyur Indonesia agar jumlah Insinyur Indonesia, yang memiliki daya saing tingkat dunia, untuk  berkompetisi dalam globalisasi.

Di masa yang akan datang profesi Insinyur harus di atur dengan sebaik-baiknya sesuai Undang-Undang yang baru dibuat pada tahun 2014 lalu.

Bertema Sosialisasi Pembukaan Profesi Insinyur yang dibuka langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir bertempat di Lantai 3 Gedung D Kemristekdikti, Pintu Satu Senayan Jakarta, (13/4). dalam sambutannya, Menteri Nasir (Menristekdikti) menggaris bawahi akan pentingnya profesi Insinyur di Indonesia.

“Yang menjadi tantangan berikutnya adalah bagaimana profesi keinsinyuran di Indonesia ini bisa memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia dan global,” ujar Menteri Nasir saat sambutannya.

Menteri Nasir  menambahkan bahwa alokasi anggaran yang dikeluarkan Negara untuk bidang infrastruktur sangat besar, oleh sebab itu perlu diikuti dengan jumlah Insinyur berkualitas yang meningkat.

Menteri Nasir menghimbau juga tentang tugas kedepan terkait dengan Penyusunan Struktur Organisasi Profesi Keinsinyuran yang ada di Perguruan Tinggi.  Perlu dibentuk tim di Universitas masing-masing untuk membicarakan tentang Profesi Keinsinyuran yang didalamnya terdapat kejuruan untuk teknologi dan atau teknik tertentu, serta perlunya sosialisasi pada Universitas masing-masing.

Setelah mengeluarkan mandat ke 40 Perguruan Tinggi di Indonesia, Menteri Nasir mengatakan kriteria yang diberikan untuk diberikannya mandat yaitu, harus bisa mengakomodasi seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia baik Negeri maupun Swasta, serta kriteria pada kualitas dan sebaran wilayah yang menjadi pertimbangan didalam memberikan mandat kepada Rektor di setiap Universitas di Indonesia.

“Perlu dibuat suatu aturan oleh profesi bersama Kemristekdikti, yaitu tentang kompetisi apa yang harus diperoleh dari para insinyur itu, supaya di dunia mereka ada pengakuan serta apabila ada kesempatan kerja, mereka sudah memiliki sertifikat,” ucapnya.

Dengan terbentuknya profesi keinsinyuran diharapkan dimasa yang akan datang insinyur dapat mempunyai kompetensi yang telah di ukur dengan baik khususnya di lingkungan  Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan juga berlaku pada semua lulusan yang ada di Indonesia. (ard/bkkp)