SIARAN PERS
No.  /SP/HM/BKKP/IV/2016

Sleman, 26 April 2016

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir meninjau keberhasilan penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang dilakukan oleh Eliminate Dengue Project (EDP-Yogya) di wilayah Sleman dan Bantul. EDP-Yogya, Fakultas Kedokteran UGM sedang mengembangkan metode alami untuk mengurangi kasus DBD, dengan dukungan dana dari Yayasan Tahija. Metode ini menggunakan bakteri alami bernama Wolbachia yang terbukti mampu menekan perkembangan virus demam berdarah dengue di dalam tubuh nyamuk Ae. aegypti. Pada kesempatan kali ini Menristekdikti akan didampingi oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Rektorat UGM, Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Daerah DI Yogyakarta.

Populasi nyamukAedes aegyptiber-Wolbachiadi wilayah penelitian EDP di Kabupaten Sleman dan Bantul menunjukkan tingkat persentase yang tinggii—nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia mampu berkembang biak dan bertahan di wilayah alaminya. Pelepasan di Kabupaten Sleman dilakukan sejak Januari hingga Juni 2014 dengan metode pelepasan nyamuk dewasa. Sedangkan di Bantul, dilakukan peletakan telur nyamuk mulai November 2014 hinggaMei 2015.

“Setelah membuktikan bahwa Ae.aegyptiber-Wolbachia mampu bertahan wilayah di Sleman dan Bantul, pada tahun 2016 ini EDP Yogya merencanakan memperluas wilayah penelitiannya di Kota Yogyakarta untuk membuktikan dampak teknologi Wolbachia terhadap penurunan kasus DBD di Kota Yogyakarta”, papar Adi Utarini, pemimpin penelitian EDP Yogya. Aspek kehati-hatian terus dijaga dalam penelitian ini melalui pertemuan pakar nasional.

Pada lawatan kali ini Menristekdikti dan rombongan akan mengunjungi fasilitas penelitian yang berlokasi di lingkungan UGM. Menteri M.Nasir akan menyaksikan proses perkembangbiakan nyamuk Ae. aegypti ber-Wolbachia di dalam Insektarium dan pemberian makan nyamuk oleh pendonor manusia (blood feeder).

Mengakhiri kunjungan kali ini, Menristekdikti akan berkunjungke masyarakat wilayah penelitian di Dusun Kronggahan II, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman untuk berdialog secara langsung terkait pengalaman terlibat dalam penelitian EDP Yogya. Menristek sangat mengapresiasi penelitian EDP-Yogya dan berharap bahwa penelitian ini dapat menjadi pionir untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi pengendalian demam berdarah dengue yang aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Teknologi nyamuk ber-Wolbachia merupakan teknologi baru yang saya pikir merupakan terobosan yang luar biasa dalam dunia kesehatan dewasa ini”, demikian disampaikan oleh M. Nasir.

Hal ini selaras dengan harapan Menristekdikti bahwa peran serta dunia riset dan pengembangan sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan persoalan-persoalan kesehatan masyarakat. Universitas Gadjah Mada telah memberikan perhatian dan contoh postif untuk mengurangi demamberdarah dengue.

Teknologiinitelah pula direkomendasikan oleh WHO. Bulan Maret lalu The World Health Organization(WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa Wolbachia merupakan teknologi baru yang menjanjikan untuk menekan replikasi virus dengue, chikungunya dan zika dalam tubuh nyamuk Ae.aegypti. Pernyataan  WHO ini mendukung penelitian yang tengah dilakukan oleh EDP di Kota Yogyakarta.

 

##

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
Bekti Andari

Communication and Engagement Team Leader

Eliminate Dengue Project Yogyakarta

Gedung Pusat Antar Universitas (PAU)Jl. Teknika Utara Barek, Yogyakarta 552281

Email    : edp.yogya@gmail.com | Phone: 081 7410 4701|

Website : www.eliminatedengue.or.id | Facebook: EDP Yogya | Instagram : EDP Yogya