LAMPUNG – Sarana dan prasarana amat diperlukan untuk menunjang kelancaran akademik perkuliahan. Dengan adanya sarana prasarana yang baik tentunya akan membuat pendidik dan mahasiswa menjadi nyaman dalam mengenyam pendidikan. Sebenang dengan hal itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan gedung baru untuk perkuliahan dan administrasi di Politeknik Negeri Lampung (Polinela), kamis (25/8). Gedung baru tersebut diberi nama Ki Hadjar Dewantara.

Direktur Polinela Joko S.S Hartono ungkapkan bahwa civitas Polinela sepakat penamaan gedung merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada pahlawan pendidikan yaitu Ki Hadjar Dewantara.

“Pembangunan gedung ini juga merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Polinela, karena gedung yang sudah ada belum mampu menampung mahasiswa yang ingin masuk ke Polinela. Oleh karena itu, ini merupakan proyeksi kami ke depan untuk dapat menampung penambahan mahasiswa yang setiap tahun pasti akan bertambah, apalagi kami berkecimpung di bidang vokasi yang pasti di masa depan akan terus diminati,” ungkapnya.

Nasir katakan bahwa pembangunan gedung ini memang sudah sesuai juga dengan keinginan Kemristekdikti yang ingin memberikan akses lebih banyak untuk masuk Perguruan Tinggi.

Menteri Nasir dalam arahannya pada acara tersebut menjelaskan bahwa untuk Polinela baiknya harus berfokus pada salah satu bidang pokok.

“Perlu diperbanyak dan dikembangkan teknologi rekayasa, ambil contoh bidang pertanian, kembangkan teknologi pasca panennya. Karena itu akan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya. Dengan demikian pendidikan vokasi akan memiliki spesialisasinya masing-masing, inilah yang termasuk salah satu revitalisasi Politeknik, tambah Nasir.

Di akhir arahannya Nasir katakan akan siap membantu Perguruan Tinggi untuk selalu kembangkan kompetensinya baik  melalui program akademik dan vokasinya, maupun sarana-prasarana penunjangnya. (Dzi)