Salah satu target nasional yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti hingga akhir tahun 2019 adalah mengurangi 1,000 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Salah satu cara mencapai hal itu adalah meminta PTS untuk melakukan penggabungan dan penyatuan (merger) perguruan tinggi.

Demikian penjelasan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwginjo di Hotel Millenium Jakarta (10/10) dihadapan 50 perguruan tinggi peserta “Sosialisasi Persyaratan Prosudur Penggabungan dan Penyatuan Perguruan Tingi Swasta dalam pembinaan Kopertis III, Kopertis IV, Kopertis XI”.

Menurut Patdono, tujuan merger ini selain mengurangi PTS yang ada saat ini juga untuk meningkatkan mutu dan kesehatan PTS. Patdono mencontohkan ada perguruan tinggi dari 1 yayasan mempunyai 4 PTS, yang demikian itu disebutnya tidak efesien. Kemenristekdikti sedang menyelesaikan regulasi penggabungan dan penyatuan PTS ini.

Patdono mengatakan bagi PTS yang melakukan pengabungan dan penyatuan perguruan tinggi akan diberikan insentif. Insentifnya berupa proses penggabungnya dipermudah. Ia mencontohkan, apabila sebuah yayasan/badan penyelenggara mempunyai 2 PTS dengan prodi yang sama, misalkan prodi manajemen pada PTS pertama terakreditasi B dan PTS kedua terakreditasi C, lalu yang akan dilakukan kementerian adalah memberikan akreditasi B jika bergabung.

Insentif lainnya, kalau pada saat ini Kemenristekdikti tidak membuka prodi yang non-STEM (science, technology, engineering and mathematics) , tetapi apabila nanti PTS mau melakukan penggabungan dan penyatuan dan masih kekurangan prodi yang dibutuhkan dan ingin membuka prodi non-STEM itu dibolehkan, karena ini bagian dari insentif, ” ujar Dirjen.

Dalam kegiatan sosialisasi ini Patdono didampingi Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi Ridwan, Johannes Gunawan dan Bernadette Waluyo dari tim sosialisasi penggabungan dan penyatuan perguruan tinggi.

Sementara Johannes Gunawan dari tim sosialisasi penggabungan dan penyatuan menjelaskan alasan kenapa PTS mau melakukan penggabungan dan penyatuan karena terdapat kesamaan visi PTS pada beberapa PTS. Menurutnya, penggabungan beberapa PTS menjadi satu PTS baru di bawah pengelolaan satu badan penyelenggara baru akan meningkatkan akselerasi perwujudan visi PTS.

Lebih lanjut menurut Johannes, banyak PTS yang dikelola oleh masing-masing badan penyelenggara sudah tidak memiliki kemampuan lagi baik secara akademik maupun non akademik dalam penyelenggaraan program studi, namun kemampuan tersebut akan muncul dan berkembang apabila dilakukan penggabungan dalam satu PTS baru di bawah pengelolaan badan penyelenggara yang baru,” jelas Johannes Gunawan. (bgs/sn)

Sumber: kelembagaan.ristekdikti.go.id