WASHINGTON, D.C. – “Kami akan terus kenalkan publik Amerika Serikat dengan kekayaan budaya Indonesia yang berkualitas. Yang tidak kalah penting, KBRI bekerja sama secara langsung dengan komunitas Indonesia, untuk mengenalkan Indonesia secara langsung di Amerika Serikat”, demikian ditegaskan Budi Bowoleksono, Dubes RI untuk Amerika Serikat seusai pementasan seni dan budaya yang mengambil tema “The Groove of Sumatera”. Pementasan seni pada Sabtu malam, 30 September 3017 ini terasa istimewa karena dilangsungkan di salah satu pusat seni yang sangat prestisius di Amerika Serikat, the Kennedy Center.

Lebih dari 300 penonton yang hadir sangat terpukau dengan pementasan tari-tarian yang dimainkan oleh kelompok seni Rumah Gadang USA yang secara khusus membawakan beberapa Garinyiak Si Jobang, tampil pula menghadirkan nuansa khas Sumatera di atas panggung adalah kelompok seni Saroha dari komunitas masyarakat Sumatera Utara Indonesia di AS. Kelompok Saroha tampil secara total seolah mengajak penonton untuk merasakan denyut khas alam Sumatera yang dinamis dan bersahabat. Kelompok Saroha menghadirkan tari Dembas Simenguda yang menceritakan panen dan pengucapan syukur.

Pementasan “The Groove of Sumatera” semakin menghadirkan suasana Indonesia ke tengah-tengah penonton yang tak henti menunjukkan apresiasinya dengan dukungan penampilan dari kelompok the House of Angklung. Kelompok masyarakat Indonesia yang juga terus tanpa henti mengenalkan karya seni musik dari Jawa Barat yang malam ini mendendangkan lagu-lagi Sumatra, Bungo Jeumpa, Cicik Periuk, dan Lancang Kuning. Dukungan pencahayaan dan sound system yang begitu baik di lokasi pementasan membuat setiap nada yang muncul dari alat musik angklung terasa masuk di hati seluruh penonton yang hadir. Ketiga grup tersebut kemudian berkolaborasi menampilkan Sing-Sing So dan Kelok Sembilan. Di bagian akhir pertunjukan semua pengunjung diajak bermain angklung bersama menyanyikan lagu-lagu dimpimpin konduktor, Tricia Sumarijanto membawakan lagu-lagu mulai yang sederhana hingga yang cukup kompleks.

“Pementasan karya seni Indonesia di AS, khususnya di lokasi bergengsi seperti the Kennedy Center, kami harapkan semakin memperkuat positioning dalam mendukung diplomasi Indonesia dalam berbagai aspek lain di AS” lanjut Dubes Sony. “Upaya promosi yang terintegrasi di berbagai bidang sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai program yang telah dicanangkan pemerintah khususnya dalam memperkuat peran Indonesia di dunia internasional. Setelah promosi seni ini, mulai minggu depan, kami akan lanjutkan kegiatan promosi khususnya di Washington D.C., dengan menggunakan media promosi yang berbeda, dan kami harapkan untuk mendapat respon yang positif dari publik Washington. Apa bentuk promosi tersebut? Akan kami kabarkan beberapa hari yang akan datang” demikian Dubes Sony menutup pembicaraan.

The Kennedy Center merupakan salah satu pusat kegiatan seni di AS, khususnya Washington D.C. Didirikan sejak jaman Presiden Dwight D. Eisenhower hingga selanjutnya dinamakan untuk menghormati Presiden Kennedy atas berbagai jasanya dalam mengembangkan seni. Banyak nama besar di bidang seni telah tampil, serta pementasan berbagai karya besar seperti “Phantom of the Opera” dilangsungkan di gedung yang berlokasi di sekitar Potomac River, Washington D.C.