Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapatkan kunjungan kehormatan dari Duta Besar Ukraina, Volodymyr Pakhil di Gedung D, Kemristekdikti, Senayan, Jakarta (28/3/2016). Volodymyr Pakhil disambut oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, yang didampingi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan, Patdono Suwignjo; Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe; Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron; Dirjen Pembelajaraan dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad; dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menjajaki potensi kerja sama di antara kedua negara, terutama di bidang pendidikan tinggi. Pihak Kedutaan Ukraina telah mengajukan draft perjanjian mengenai pemberian 2 (dua) buah beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk kuliah pada tingkat sarjana dan pasca sarjana.

“Program pertukaran pelajar sangat bagus untuk dijadikan sarana pengenalan kultur Ukraina, serta dapat memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa,” ungkap Intan Ahmad.

Menristekdikti beserta para Dirjen lainnya menyambut baik tawaran kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Ukraina. Namun demikian, Menristekdikti tetap membuka kemungkinan untuk melakukan kerja sama dengan Ukraina di bidang lainnya, terkait 7 + 1 bidang yang menjadi prioritas riset nasional Kemristekdikti, yaitu: (1) Food and Agriculture; (2) Energy (New and Renewable); (3) Health and Medicine; (4) Information and Communication Technology; (5) Transportation; (6) Defense and Security; (7) Advance Materials (Nanotechnology); dan (8) Maritime Development.

Nada Marsudi mengatakan bahwa nantinya akan terdapat dua bentuk perjanjian, yaitu perjanjian yang akan memayungi semua kemungkinan bidang kerja sama secara keseluruhan yang akan ditandatangani oleh Menristekdikti; dan perjanjian yang sifatnya lebih teknis mengenai beasiswa pendidikan yang akan ditandatangani di tingkat Sekjen atau Dirjen. (wsn/bkskp)