Singapura- Bertempat di Multi-Purpose Sport Hall 5 National University of Singapore (NUS), tim bola voli putra dan putri Indonesia memang mengakui kehebatan Thailand di partai final bola voli putra Asean University Games (AUG) ke-18 pada jumat sore (16/7). Kedua tim, baik putra dan putri mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Namun dibalik kekalahan tersebut tersimpan banyak pengalaman yang kedepannya menurut pelatih tim bola voli putra Indonesia Andri Widiatmoko menjadi pengalaman berharga untuk Indonesia.

“Kedepannya memang tim harus dipersiapkan tim lebih matang. Persiapan tim kalau bisa jangan per event, tapi dibuat tahunan. Lihat Thailand yang sebagian timnya eks Sea Games dan dilatih secara terus-menerus selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Menurutnya memang persiapan tim harus lebih diintensifkan di masa depan. Idenya adalah menempatkan tim dalam satu training camp yang cukup, hingga secara teknis dan karakter bertanding menjadi sempurna.

“Dengan pencapaian ke final, apalagi berhasil merebut perak, saya pikir tim kita cukup berhasil,” tambahnya.

Salah satu anggota tim bola voli putra yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Gunawan, menjelaskan bahwa tim dengan mendapat pengalaman dan pencapaian ini akan terus termotivasi. “Tidak ada kata putus asa, kalau ada kesempatan lagi, kami akan balas di lain waktu,” tegasnya.

Saat ini Indonesia berada di peringkat ke-2 perolehan medali emas dengan mendapatkan 26 medali emas dengan tambahan 3 medali emas yang didapat dari cabang pencak silat. Secara keseluruhan total perolehan medali, Indonesia mendapat medali dengan total 82 dari seluruh cabang. (Dzi)

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemristekdikti