Berkembangnya dunia keinsinyuran menuntut Sarjana Teknik Indonesia  menjadi sumber daya profesionalisme yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan peningkatan pembangunan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu bersamaan dengan digelarnya Kongres VIII BKSTI – SNTI & SATELIT, Jurusan Teknik Industri menjembatani Sarjana Teknik Industri se-Indonesia untuk mengikuti sertifikasi Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI) Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rabu (4/10/2017).

Tujuan diadakannya program ini antara lain adalah untuk membentuk sumber daya keinsinyuran dengan bakuan keahlian, kemahiran dan profesionalisme yang setara dengan bakuan internasional sehingga lebih siap menghadapi persaingan global. PII yang menghimpun para insinyur, termasuk sarjana teknik dan sarjana sains di bidang keteknikan di seluruh Indonesia diharapkan menjadi wadah bidang profesi yang mempunyai keabsahan, pertanggung-jawaban perdata (legal liability) dan perlindungan yang jelas dan pasti.

bkti pii1
Peserta sertifikasi dikumpulkan di Ruang Panderman 2, Hotel Amarta Hills Batu Malang untuk melakukan wawancara secara bergiliran bersama Majelis Penguji yang terdiri dari Ir. Indracahya Kusumasubrata IPU (Ketua BKTI-PII), Ir. Catur Hernanto MM IPM (Sekretaris Umum), Ir. Sritomo Wignyosoebroto MSc, dan Ir. Prihadi Waluyo MM IPM.

bkti pii4
Pada proses wawancara yang dilaksanakan mulai pukul 13.00 hingga 18.00 puluhan peserta mempresentasikan seluruh kegiatan tridarma perguruan tinggi di bidang keteknikan sesuai keilmuan masing-masing. Selain itu peserta wawancara juga menyertakan curriculum vitae dan Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP).

bkti pii3
“Scoring sertifikasi ini berdasarkan isi FAIP dan wawancara, terutama untuk calon IPM atau IPU, ceritakan saja semua kegiatan tri dharma di bidang keteknikan yang menonjol dan memberikan impact besar,” kata Ketua Majelis Penilai Ir Prihadi Waluyo sebagai sebelum memulai wawancara.

bkti pii6
Sertifikat Insinyur Profesional diberikan dalam tiga jenis, yaitu Insinyur Profesional Pratama (IPP). IPP adalah para insinyur yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun sejak mencapai gelar kesarjanaannya dan sudah mampu membuktikan kompetensi keprofesionalannya.

bkti pii7
Kedua adalah Insinyur Profesional Madya (IPM), yaitu para pemegang sertifikat IPP yang sudah bekerja dan membuktikan kompetensinya selama paling sedikit lima tahun setelah ia memperoleh Sertifikat IPP. Terakhir adalah Insinyur Profesional Utama (IPU), yaitu para pemegang sertifikat IPM yang telah bekerja dan membuktikan kompetensinya paling sedikit delapan tahun setelah ia memperoleh Sertifikat IPM, serta mempunyai reputasi keprofesionalan secara nasional.

bkti pii5
Pemegang sertifikasi IPP/IPM/IPU akan diakui oleh International Professional Engineers dari ASEAN Engineers and Asia Pacific Engineers (MRA – Mutual Recognition Agreement) setelah menyelesaikan Sertifikasi Insinyur Profesional yang diperlukan untuk Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), seperti yang diinstruksikan oleh Undang-Undang No.11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran. (mic/Humas ub)