The 6th IEEE International Conference on Communication, Networks and Satellite (COMNETSAT) 2017 dibuka secara resmi  oleh Direktur Polines

Ir Supriyadi MT Kamis 5 Oktober 2017 di South Ballroom Gumaya Tower Hotel Semarang. Pembukaan dilakukan melalui pemukulan gong disaksikan Ketua IEEE Indonesia Section Prof. Dr. Fitri Yuli Zulkifli dan General Chair COMNETSAT 2017 Dr. Amin Suharjono. Tema konferensi pada tahun ini adalah “Practical Prospective on New Technologies: From Theory to Industrial Challenges and Business Opportunities”.

Amin Suharjono dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat 33 makalah ilmiah (paper) yang lolos seleksi dari 76 makalah yang dikirimkan oleh 169 penulis dari 14 negara. Makalah direviu menggunakan metode blind review oleh tim Technical Program Committee (TPC) yang beranggota 260 orang dari 43 negara. Konferensi dilaksanakan selama 3 hari hingga Sabtu 7 Oktober 2017. Pada hari pertama dilaksanakan plenary talk dengan tiga pembicara kunci (keynote speaker) yaitu Prof. Hiroshi Ochi (Jepang), Prof. Mahamod Ismail (Malaysia) dan Assoc. Prof. Dr. Khoirul Anwar (Indonesia) dilanjutkan dengan dua parallel session. Pada hari kedua, diselenggarakan industrial session dengan menampilkan Krisna Wisnu (National Instrument) dilanjutkan tiga parallel session. Untuk hari ketiga, akan dilaksanakan city tour bagi peserta yang menghendaki.

Prof. Fitri Yuli Zulkifli menjelaskan bahwa COMNETSAT merupakan konferensi ilmiah tahunan yang disponsori oleh IEEE Indonesia Section, IEEE Communication Society (ComSoc) Indonesia Chapter, IEEE Aerospace and Electronic Systems Society/ Geoscience & Remote Sensing Society (AESS/GRSS) Indonesia Joint Chapter dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan konferensi adalah agar para peneliti, akademisi, ilmuwan, mahasiswa, insinyur dan praktisi industri bersama-sama berpartisipasi dan menyajikan hasil penelitian terkini, pengembangan dan aplikasi yang berkaitan dengan berbagai aspek teknologi terkini dan penelitian masa depan di lingkup komunikasi, jaringan dan satelit yang diindeks terutama oleh IEEE Digital Explore. Pada tahun ini bersamaan dengan COMNETSAT juga dirayakan IEEE Day melalui Kongres WISHY IEEE Indonesia bertema “Technology for Quality of Life”. WISHY merupakan kepanjangan dari Women in engineering, Industry relations, Students, Humanitarian, and Young professionals. Kongres menampilkan 9 pembicara dalam empat parallel session.

Dalam pidato sambutan sekaligus pembukaan, Supriyadi menyampaikan terima kasih kepada Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE) Indonesia Section yang telah memberikan kepercayaan kepada Polines sebagai penyelenggara IEEE COMNETSAT dan Kongres IEEE WISHY pada tahun 2017. Melalui forum ilmiah ini, diharapkan para peserta dapat saling bertukar pengalaman penelitian dan aktivitas ilmiah lainnya, serta saling berdiskusi tentang perkembangan teknologi terkini. Supriyadi juga berharap agar peserta merasa nyaman selama mengikuti konferensi dan kongres di kota Semarang.