UNAIR NEWS – Dalam rangka pelaksanaan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), kampus pelaksana ujian tertulis computer based testing (CBT) panitia lokal wilayah tiga diberi kuota oleh pemerintah untuk menyediakan 280 komputer siap pakai. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga telah menyediakan 160 komputer inti, dan 15 komputer cadangan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH, FINASIM ketika meninjau laboratorium komputer di Airlangga Medical Education Center, FK UNAIR, pada Rabu (27/4). Lab komputer tersebut rencananya akan digunakan peserta dalam melaksanakan ujian tertulis CBT SBMPTN tahun 2016.

“UNAIR diberikan kuota sebanyak 160 komputer yang digunakan oleh calon mahasiswa untuk melaksanakan tes CBT SBMPTN. Ujian tertulis SBMPTN dengan CBT ini merupakan pilot project, apabila dari segi waktu maupun hasilnya berkualitas, maka proses berikutnya akan menuju ke arah digitalisasi,” tutur Wakil Rektor I UNAIR.

Sampai saat ini, proses awal pengerjaan soal belum bisa dipastikan. Prof. Djoko menuturkan bahwa ada dua alternatif mengenai pengerjaan soal, yakni soal diunggah oleh panitia pusat melalui satu server dan menyebar ke server di perguruan tinggi, lalu alternatif yang kedua yaitu panitia pusat menunjuk seseorang untuk membawa hard disk eksternal berisi bank soal dan disetel lewat server tersebut.

Terkait dengan kerahasiaan soal dan sterilisasi lokasi tes, Prof. Djoko menjamin bahwa kerahasiaan bank soal tetap terjaga dari berbagai risiko kebocoran. Senada dengan Prof. Djoko, Ketua Unit Pengelola Data Digital Mustofa Rusli, dr., Sp.PD, mengatakan bahwa bank soal yang tersimpan dalam hard disk itu sudah terenkripsi secara kuat. “Andaikan hard disk itu hilang, hard disk tersebut juga tidak bisa dibuka. Soal itu hanya bisa dibuka pada program khusus,” tutur Mustofa.

Menurut Syamsuddin, selaku penanggung jawab pelaksanaan CBT di FK UNAIR, mengatakan bahwa seluruh komputer FK UNAIR yang akan digunakan untuk pelaksanaan CBT SBMPTN sudah sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan, seperti penggunaan prosesor core duo.

Apabila gangguan elektronik mengintai, seperti listrik padam, maka pihak FK UNAIR telah menyiapkan UPS (uninterruptible power supply atau suplai daya bebas gangguan) pada setiap komputer dengan kurun waktu hingga lima menit. Kemudian, daya listrik akan disetel melalui genset yang dapat beroperasi sampai 24 jam.

“Kalaupun ada masalah dengan komputer, kita akan selesaikan dalam waktu kurang dari satu menit sehingga siswa tidak perlu merasa panik,” ujar Syamsuddin.

Selain itu, pada masa pelaksanaan tes CBT SBMPTN, lokasi tes akan dipasangi jammer sehingga koneksi internet maupun sinyal telepon akan hilang. (Defrina&Dilan/UNAIR)